KEDIRI – Sebanyak 270 atlet dari 21 kabupaten/kota di Jawa Timur mengikuti Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jawa Timur 2026 cabang olahraga gimnastik. Kejuaraan tersebut digelar di Convention Hall Simpang Lima Gumul, Kabupaten Kediri, pada 15-20 September 2026.
Kejurprov gimnastik ini diselenggarakan oleh KONI Kabupaten Kediri sebagai tuan rumah dalam rangka memperebutkan Piala Bupati Kediri 2026.
Ketua KONI Kabupaten Kediri Rahmadsyah Pernata mengatakan, terdapat tiga kategori yang dipertandingkan dalam Kejurprov Gimnastik Jatim 2026, yakni gimnastik aerobik, artistik, dan ritmik.
“Ada aerobik, terus juga ada artistik, terus sama ritmik,” ujarnya.
Gimnastik merupakan olahraga yang memadukan kekuatan, kelenturan, kecepatan, dan koordinasi gerak tubuh. Cabang olahraga ini mencakup sejumlah nomor, di antaranya senam artistik, gimnastik ritmik, gimnastik aerobik, senam akrobatik, hingga parkour.
Dalam kejuaraan tersebut, KONI Kabupaten Kediri mengirimkan 12 atlet. Sebelumnya, para atlet tersebut telah berhasil meraih dua medali perunggu pada ajang Porprov.
Hakim mengatakan, capaian tersebut menjadi modal bagi para atlet untuk meningkatkan prestasi pada Kejurprov kali ini. Pihaknya menargetkan atlet Kabupaten Kediri dapat meraih medali emas.
“Ada 12 atlet. Alhamdulillah, kemarin di Porprov dapat dua perunggu dan insyaallah nanti ke depan kita bisa menargetkan untuk mendapat medali emas,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa menegaskan pentingnya pembinaan atlet secara berkelanjutan, khususnya dari kalangan pelajar. Menurutnya, potensi atlet muda perlu terus dipetakan dan dikembangkan melalui berbagai kompetisi agar mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
“Pembinaan sudah banyak dilakukan. Tadi juga ada apresiasi kepada pembina. Ada yang sudah lebih dari 30 tahun menjadi pembina dan tetap konsisten melatih atlet-atlet prestasi melalui berbagai event,” ujarnya.
Dewi menyebut pelajar di Kabupaten Kediri memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi atlet berprestasi. Karena itu, pemerintah mendorong pembinaan bersama para pembina dan pelatih yang berpengalaman dalam mencetak atlet.
“Pelajar-pelajar kita ternyata juga berpotensi menjadi atlet. Dari situ kita latih dan kita siapkan untuk berbagai event, sehingga ke depan mereka bisa berprestasi, baik di tingkat provinsi, nasional maupun internasional,” jelasnya. (edp)




























