News

3 Dimensi Kerawanan Menjadi Fokus Bawaslu Kabupaten Kediri Dalam Pilkada 2024

Jurnalis: Ellya Destiara Permata

256Views

Kediri – Bawaslu Kabupaten Kediri mengikuti launching Pemetaan Kerawanan Pemilihan yang di gelar oleh Bawaslu Provinsi Jawa Timur secara online melalui zoom. Kegiatan tersebut dikemas dalam  Sosialisasi Pengawasan Pemilihan dan Launching Pemetaan Kerarawanan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kediri tahun 2024, di Grand Surya hotel Kediri. (18/8/2024)

Dalam kegiatan sosialisasi ini, Bawaslu kabupaten Kediri mendatangkan akademisi, Dr. Nur Solikin M. MA, yang merupakan dosen di Universitas PGRI (UNP) Kediri. Dalam materinya Nur Solikin menjelaskan tentang tingkat kerawanan dapat di kelompakkan menjadi 4 dimensi, sosial politik di suatu wilayah, penyelenggaraan pemilu, kontestasi, dan partisipasi.

Saifuddin Zuhri Ketua Bawaslu Kabupaten Kediri mengatakan dari 4 dimensi tersebut, ada 3 dimensi yang terjadi di Kabupaten Kediri berdasarkan hasil Pemilu 2024 kemarin dan menjadi fokus Bawaslu Kabupaten Kediri untuk Pilkada 2024, “terutama ada 3 dimensi yang ada di Kabupaten Kediri, dimensisasi kontestasi, dimensi penyelenggaraan, dimensi sosial politik”, ujarnya.

Lebih lanjut Saifuddin menjelaskan salah satu contoh pada dimensi sosial politik, adanya isu-isu ketidak netralitasan ASN, adanya penyelenggara pemilu yang ikut dalam kampanye, pengerusakan Alat Peraga Kampanye (APK) pada masa kampanye.  Pihaknya juga berharap adanya kerjasama dari semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama mensosialisasikan aturan agar kontestasi ini berjalan dengan baiik, dan tidak ada pelanggaran yang dilakukan oleh peserta pilkada.

Saat ditanya mengenai baliho yang bakal calon yang sudah banyak tersebar di Kabupaten Kediri, Saifuddin Zuhri mengatakan, hatersebut belum menjadi pengawasan Bawaslu karena belum ada penetapan calon dari KPU. (edp)

x