News

Ini Cara KOPRI Cabang Kediri Bangun Ruang Aman Bagi Kelompok Rentan

Jurnalis: Ellya Destiara Permata

263Views

Kediri – Pergerakan Mahasiswa Islam Imdonesia (PMII) Cabang Kediri melalui Koprs Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri ( KOPRI) Cabang Kediri menggelar kegiatan Puncak Hari Lahir KOPRI ke 57 di gedung DPRD kabupaten Kediri. Dalam kegiatan ini KOPRI Cabang Kediri menggambil tema “Membangun Kesadaran Dalam Safe Place Terhadap Kelompok Rentan Dari Kekerasan Berbasis Gender”. (14/12/2024)

Dalam kegiatan tersebut KOPRI Cabang Kediri menggelar serangkaian kegiatan salah satunya Seminar yang menghadirkan narasumber Akademisi, DP3AKB kota Kediri, DP3AKB kabupaten Kediri. Dalam seminar tersebut mengulas tentang penanganan beberapa kasus tentang perempuan dan anak yang saat ini marak terjadi di Indonesia, khususnya di Kediri.

Ketua KOPRI Cabang Kediri, Anif Macatikhun Nida, mengatakan dalam kegiatan ini pihaknya mengundang berbagai pihak diantaranya BEM, PDKK, LSM, dan jurnalis untuk bersinergi menciptakan ruang aman bagi kelompok rentan dari kekerasan berbasis gender, “Bersinergi, sekaligus mewujudkan visi bersama dalam mewujudkan kelompok rentan mendapatkan ruang aman dari kekerasan berbasis gender”, ungkapnya.

Meski cuaca di luar ruangan sedang hujan, tetapi suasana diskusi di dalam ruangan DPRD Kabupaten Kediri terasa hangat, hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan, diantaranya dari ketua PDKK, Umi Salamah yang menanyakan tentang anak dari pernikahan siri yang belum mendapatkan berkas akta kelahiran, dan menanggapi hal tersebut, DP3AKB kota dan kabupaten Kediri mengatakan akan membantu dan mengundang Umi Salamah datang ke kantor.

Selanjutnya, setelah seminar selesai kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbul perimgatakan HUT KOPRI ke 57. Pemotomgan tumpeng ini dilakukan oleh Mabincab, Ketua PMII Cabang Kediri, dan Ketua KOPRI Cabang Kediri. Setelah pemotongan tumpeng, KOPRI Cabang Kediri juga mengajak sejumlah pihak untuk bersama-sama menandatangani deklarasi untuk mewujudkan ruang aman bagi kelompok rentan dari kekerasan berbasis gender.

Lebih lanjut, Anif Macatikhun Nida mengatakan bahwa pihaknya akan mengawal kasus kekerasan yang belakangan ini marak terjadi, “Mengawal kasus kekerasan yang ada di kabupaten maupun di kota kediri sebab itu memang cakupan dari organisasi kami, hal ini kami lihat sebab tidak banyak organisasi-organisasi yang menyuarakan kekerasan berbasis gender ini sehingga dari KOPRI menginisiasi itu yang pertama, yang kedua melihat maraknya kekerasan seksual yang terjadi khususnya kepada perempuan maupum kelompok rentan”, paparnya.

Kegiatan Puncak Peringatan Hari Lahir KOPRI ke 57 di tutup dengan penyerahan hadiah pada pemenang lomba esai dan video edukasi. (edp)

x