News

KOPRI PMII Kediri Gelar SKK Sebagai Revitalisasi Gerakan Kader Putri

138Views

Kediri – Korp Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) PC PMII Kediri menggelar kegiatan Sekolah Kader Kopri (SKK), bertema “Revitalisasi Gerakan Perempuan: Dari Rahim Sejarah Menuju Ekofeminisme Global”. Kegiatan yang berlangsung selama 4 hari, sejak tanggal 23 – 26 April 2026 ini bertempat di Gedung Kwarcab, Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Jumat (24/4/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh KOPRI PC PMII Kediri ini diikuti kader KOPRI dari berbagai daerah, seperti Kediri, Tulungagung, Purwokerto. Selain itu, KOPRI PC PMII Kediri juga mengundang para alumni perempuan untuk menjadi pemateri. Salah satunya adalah alumni PMII yang bekerja sebagai jurnalis di thejavapost.id, Ellya Destiara Permata.

Ketua KOPRI PC PMII Kediri, Nuro Choiril, menegaskan pentingnya pemahaman media yang responsif gender bagi kader perempuan, “Media seringkali menyudutkan perempuan, terutama dalam kasus kekerasan seksual. Identitas korban tidak dilindungi dengan baik, sementara pelaku justru disamarkan. Ini jelas melanggar prinsip perlindungan korban dan dapat memicu trauma berkepanjangan,” ujarnya.

Nuro juga menyoroti fenomena perempuan yang kerap dijadikan objek di media sosial. Ia menilai, tanpa kesadaran kritis, perempuan dapat terjebak dalam konstruksi media yang merugikan dirinya sendiri, “Perempuan harus sadar bahwa dirinya adalah subjek, bukan objek. Kita tidak ingin melebihi laki-laki, tapi menuntut kesetaraan hak dalam kehidupan sosial,” tegasnya.

Sementara itu, narasumber yang juga menjadi pengurus, PC IKAPMII Kediri, menjelaskan pentingnya peran media dalam membangun narasi yang adil dan tidak bias gender, “Media harus mampu menyajikan informasi tanpa menyudutkan salah satu pihak, terutama perempuan. Jangan sampai diksi, foto, maupun sudut pandang yang digunakan justru memperkuat diskriminasi,” jelasnya.

Untuk diketahui, Kegiatan tersebut telah dibuka pada tanggal 23 April 2026 di IAIN Syekh Wasyl Kota Kediri. Tidak hanya seremoni, pada kegiatan tersebut jga digelar Simposium tentang gerakan perempuan.

x