Olahraga

Bidik Top 4 Porprov Jatim 2027, KONI Kota Kediri Beberkan Kebutuhan Anggaran ke DPRD

Jurnalis: Ellya Destiara Permata

155Views

Kediri – Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kediri menyambangi Gedung DPRD Kota Kediri untuk melakukan audiensi strategis. Agenda utama pertemuan ini adalah memaparkan capaian prestasi, transparansi pengelolaan dana, hingga tantangan pembiayaan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim X 2027. Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Kediri, Firdaus, ini menjadi wadah bagi KONI untuk menyelaraskan persepsi dengan legislatif dan Disbudparpora Kota Kediri mengenai masa depan olahraga di Kota Tahu.

Ketua KONI Kota Kediri, Eko Agus Koko, menegaskan bahwa audiensi ini merupakan wujud keterbukaan pihaknya dalam mengelola dana publik. Ia menekankan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan berbanding lurus dengan prestasi membanggakan yang diraih, “Kami mengutamakan transparansi agar tidak ada miskomunikasi. Publik dan Dewan perlu melihat bahwa anggaran ini berwujud prestasi nyata, di mana Kota Kediri konsisten menjaga posisi di peringkat empat besar Porprov Jatim,” jelas Koko.

Meski langganan di papan atas klasemen sejak Porprov I hingga IX, KONI mengungkapkan bahwa pembinaan atlet masih terganjal keterbatasan sarana dan prasarana (sapras). Untuk mempertahankan taringnya di Porprov X Surabaya mendatang, KONI telah memetakan kebutuhan finansial secara mendalam:

Tahun Pelaksanaan Porprov: Diperkirakan butuh Rp21 miliar.

Tahun Non-Porprov (Pembinaan): Diperkirakan butuh Rp14 miliar.

Dana tersebut tidak hanya untuk operasional, tetapi juga mencakup pengembangan sport science, bonus atlet, hingga renovasi fasilitas cabang olahraga yang mulai usang. KONI membeberkan adanya ketimpangan antara kebutuhan lapangan dengan realisasi anggaran. Untuk tahun 2026, dari usulan sebesar Rp14,8 miliar, anggaran yang disetujui hanya menyentuh angka Rp6 miliar. Sebagai perbandingan, pada Porprov IX 2025 lalu, total dana yang terealisasi mencapai Rp10 miliar, di mana mayoritas (Rp6,5 miliar) dialokasikan untuk bonus atlet sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka.

Menanggapi paparan tersebut, para anggota dewan menyarankan agar KONI semakin intens menjalin komunikasi dengan Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati. Hal ini bertujuan agar kebijakan anggaran daerah lebih berpihak pada kebutuhan mendesak para atlet. Pihak KONI sendiri memastikan bahwa koordinasi dengan Pemkot selama ini berjalan rutin, meski proses penetapan anggaran tetap mengikuti dinamika birokrasi yang ada.Dengan komitmen pada pembinaan yang modern dan terukur, KONI Kota Kediri optimistis mampu mempertahankan harga diri kota sebagai barometer olahraga di Jawa Timur pada tahun 2027 mendatang. (edp)

x