News

Dari Wacana ke Kesadaran Publik: Peran Media dalam Gerakan Mahasiswa

Jurnalis: Ellya Destiara Permata

124Views

Surabaya — Di era banjir informasi dan derasnya arus media digital yang sering kali dipenuhi manipulasi opini, hoaks, dan propaganda kepentingan tertentu, Dewan Pimpinan Komisariat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya kembali menegaskan pentingnya kesadaran kritis mahasiswa dalam membaca realitas sosial dan politik melalui forum diskusi kader.

Forum tersebut dipantik langsung oleh Wakil Bidang Media Propaganda, Ryandra Wahyu, yang menyoroti bagaimana media hari ini tidak hanya menjadi alat penyebaran informasi, tetapi juga menjadi arena pertarungan narasi yang dapat mempengaruhi kesadaran masyarakat. Dalam penyampaiannya, Ryandra Wahyu menegaskan bahwa kader GMNI tidak boleh menjadi generasi yang mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Menurutnya, kader gerakan harus memiliki kemampuan berpikir kritis, kemampuan membaca kepentingan di balik sebuah informasi, serta keberanian mengambil sikap yang tetap berada dalam koridor ideologi perjuangan GMNI, “Sebagai kader GMNI, kita harus mampu memilah informasi dan melawan penyebaran hoaks yang hari ini semakin masif. Kader gerakan tidak boleh kehilangan arah hanya karena terbawa opini sesaat. Sikap kita harus tetap berada dalam koridor perjuangan dan keberpihakan kepada rakyat,” tegas Ryandra Wahyu di hadapan forum kader.

Diskusi tersebut menjadi ruang refleksi bersama bahwa perang gerakan hari ini tidak hanya terjadi di jalanan, tetapi juga terjadi di ruang media dan ruang digital. Informasi dapat menjadi alat pembebasan, tetapi juga dapat menjadi alat pembungkaman jika masyarakat kehilangan kesadaran kritis. GMNI FH UNTAG Surabaya menilai bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk hadir sebagai penyaring informasi sekaligus penyambung kesadaran publik. Di tengah masyarakat yang sering dibanjiri narasi manipulatif dan konflik yang sengaja dipelihara demi kepentingan kelompok tertentu, mahasiswa harus mampu berdiri sebagai kekuatan intelektual yang membawa perspektif kritis dan keberanian berpihak pada kebenaran.

Bagi GMNI Komisariat Fakultas Hukum UNTAG Surabaya, media propaganda bukan sekadar alat publikasi organisasi, melainkan instrumen perjuangan untuk membangun kesadaran rakyat. Karena itu kader didorong untuk aktif menyuarakan isu sosial, hukum, dan politik secara objektif, progresif, dan tetap berlandaskan nilai-nilai marhaenisme. Kehadiran forum ini sekaligus menjadi penegasan kepada masyarakat bahwa GMNI Komisariat Fakultas Hukum UNTAG Surabaya tetap hadir di tengah rakyat sebagai ruang perjuangan intelektual dan gerakan moral mahasiswa. Di saat banyak pihak memilih diam terhadap kebohongan publik dan ketidakadilan sosial, GMNI memilih untuk terus bergerak, mengedukasi, dan membangun kesadaran kolektif masyarakat. GMNI FH UNTAG Surabaya percaya bahwa perubahan sosial tidak akan lahir dari masyarakat yang dibungkam oleh informasi palsu, tetapi dari masyarakat yang sadar, kritis, dan berani melawan penyesatan opini.

x