News

Dishub Kediri Amankan Arus Lalu Lintas Seputar Proyek Jembatan Kaliombo

Jurnalis: Elly Destiara Permata

104Views

Kediri – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Perhubungan (Dishub) merilis panduan jalur alternatif bagi masyarakat. Langkah ini diambil guna memetakan solusi atas potensi penumpukan volume kendaraan menyusul dimulainya proyek rehabilitasi Jembatan Kaliombo I, yang dijadwalkan berlangsung sejak 29 Mei hingga 11 Desember 2026. Penutupan jalur perimeter ini mutlak dilakukan demi menyokong kelancaran konstruksi sekaligus menjamin keselamatan para pengguna jalan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri, Arief Cholisudin, memaparkan bahwa pembenahan Jembatan Kaliombo I merupakan tindakan preventif yang mendesak. Mengingat batas usia teknis ideal sebuah jembatan berkisar antara 25 hingga 35 tahun, infrastruktur Jembatan Kaliombo I tercatat telah beroperasi melampaui masanya, yakni mencapai 86 tahun, “Restorasi ini adalah bagian dari komitmen pemeliharaan aset publik. Kita tidak boleh menunggu fasilitas ini rusak parah baru bertindak. Tahun ini, alokasi anggaran infrastruktur jembatan memang diprioritaskan penuh untuk perbaikan total Jembatan Kaliombo I,” urai Arief.

Guna menjaga kelancaran di titik-titik krusial, Dishub bersinergi dengan Satlantas Polres Kediri Kota serta pihak kontraktor dengan menerjunkan personel gabungan. Selain penempatan petugas, dinamika pergerakan kendaraan dimonitor secara real-time melalui pusat kendali Area Traffic Control System (ATCS).

Berdasarkan data ATCS, lonjakan volume kendaraan dipicu oleh skema buka-tutup jalan dan sistem antrean bergantian di sekitar area proyek. Namun, Dishub memastikan roda transportasi tetap berputar dan tidak sampai terjadi kelumpuhan total, “Hasil visualisasi ATCS menunjukkan kondisi lalu lintas berada pada status padat merayap, bukan macet total (stagnan). Kepadatan ini wajar karena adanya akumulasi volume kendaraan serta limpahan arus dari arah Jalan Urip Sumoharjo,” tambahnya.

Mengingat penutupan jembatan ini bertepatan dengan momentum libur panjang (long weekend), masih banyak pelancong maupun warga lokal yang belum tersosialisasi mengenai rute alternatif ini. Sebagai langkah taktis, Dishub Kota Kediri akan mempertebal pengamanan dengan menyiagakan personel secara intensif selama dua pekan ke depan. Fokus utama petugas adalah melakukan kanalisasi di titik penumpukan, sementara durasi lampu lalu lintas (traffic light) akan disesuaikan secara kondisional apabila antrean kendaraan mengular terlalu panjang.

Arif juga menghimbau untuk masyarakat saling bertenggang rasa, “Kami mengimbau masyarakat untuk saling bertenggang rasa di jalan raya. Berdasarkan evaluasi di lapangan, tersendatnya arus sering kali dipicu oleh aksi saling serobot dan perilaku tidak tertib. Dengan menjaga ritme berkendara yang aman, kita bisa meminimalkan risiko kemacetan dan memastikan semua orang tiba di tujuan dengan selamat”, himbaunya,

Pemerintah Kota Kediri juga telah memasang rambu petunjuk arah portable di berbagai sudut jalan strategis. Jika masyarakat menemui kendala atau keadaan darurat di jalur alternatif, mereka dapat langsung melapor melalui kanal resmi Lapor Mbak Wali 112. Di akhir keterangannya, Dishub Kota Kediri mengetuk kesadaran kolektif para pengendara untuk tetap patuh pada rambu lalu lintas dan mengedepankan etika berkendara. Faktor kedisiplinan dinilai menjadi kunci utama mengurai kepadatan di tengah keterbatasan kapasitas jalan saat ini. (edp)

x