News

Kelahiran Bersejarah, Pasangan Harimau Praja dan Dini Tambah Anggota Baru di TSI Prigen

Jurnalis: Ellya Destiara Permata

Jurnalis: Ellya Destiara Permata
129Views

Pasuruan – Taman Safari Indonesia (TSI) II Prigen, Pasuruan, kembali menorehkan prestasi dalam misi konservasi satwa langka. Sebanyak empat ekor anak harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) lahir dengan selamat pada 23 Maret 2026. Anak-anak harimau yang terdiri dari tiga jantan dan satu betina ini lahir dari pasangan indukan Praja dan Dini. Momentum penting ini telah didokumentasikan secara resmi melalui Berita Acara Kelahiran Nomor: BA.534/K.2/SKWVI/KSA.03.02/B/5/2026.

Peristiwa ini menjadi pencapaian khusus mengingat ini merupakan persalinan kedua bagi Dini, yang sebelumnya telah sukses melahirkan Isyana dan Aura. Keberhasilan ini mempertegas efektivitas manajemen satwa dan program pengembangbiakan (breeding) berkelanjutan yang diterapkan oleh TSI Prigen.
Sebagai satu-satunya subspesies harimau Indonesia yang tersisa, harimau sumatera kini menyandang status Kritis (Critically Endangered) dalam Daftar Merah IUCN. Habitat yang menyusut, konflik dengan ruang hidup manusia, serta maraknya perburuan liar menjadi ancaman nyata di alam bebas. Karenanya, kehadiran empat anak harimau ini membawa angin segar bagi masa depan spesies tersebut.

Keberhasilan ex-situ ini sekaligus menjadi alarm bagi publik akan urgensi proteksi ekosistem hutan nusantara. Manajemen TSI II Prigen menegaskan bahwa pemulihan populasi satwa liar membutuhkan sinergi lintas sektor—mulai dari pemerintah, akademisi, hingga masyarakat luas. Merawat harimau sumatera esensinya adalah merawat rantai makanan dan keseimbangan ekologi yang menopang kehidupan kita.

Saat ini, kondisi induk dan keempat bayinya dilaporkan prima. Perkembangan mereka terus diawasi secara ketat oleh tim medis dan animal keeper profesional. TSI II Prigen (The Grand Taman Safari Prigen) terus memosisikan diri sebagai lembaga konservasi modern yang berfokus pada pilar pelestarian, edukasi, riset, dan pengembangbiakan satwa terancam punah. (edp)

x