Olahraga

Kejurnas Drag Bike Kelud Jadi Wadah Pembinaan Atlet dan Mengikis Balap Liar

Jurnalis: Ellya Destiara Permata

210Views

Kediri – Gelaran Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drag Bike di kawasan wisata Gunung Kelud sukses memicu antusiasme tinggi dari para atlet dan pencinta adu cepat roda dua. Tidak kurang dari 300 pembalap dari berbagai penjuru daerah datang untuk menguji ketangkasan mereka dalam ajang bergengsi Kejurnas Drag Bike Region 2 Putaran 1 Jawa Timur tersebut.

Ketua Cabor IMI (Ikatan Motor Indonesia) Kabupaten Kediri, Tri Prio Nugroho, mengemukakan bahwa kompetisi ini dirancang sebagai panggung pembinaan formal sekaligus wadah kompetisi yang terukur bagi para pegiat drag bike, “Kami berharap melalui Kejuaraan Drag Bike ini dapat menjadi sarana pembinaan prestasi hingga output besarnya dapat melahirkan pembalap potensial ke depannya,” ungkap Tri Prio.

Langkah ini juga diproyeksikan sebagai solusi konkret untuk meredam aksi kebut-kebutan di jalan raya. “Selain itu, melalui kejuaraan drag bike ini, kami ingin mendorong para pencinta balap motor untuk tidak melakukan balap liar di jalanan yang bisa membahayakan keselamatan orang lain,” tambahnya.

Apresiasi senada datang dari Ketua KONI Kabupaten Kediri, Hakim Rahmadsyah Parnata. Ia menyambut hangat debut Kabupaten Kediri sebagai tuan rumah Kejurnas Drag Bike. Menurut Hakim, sirkuit baru di kawasan Gunung Kelud ini merupakan aset daerah bernilai tinggi yang berpotensi besar disulap sebagai pusat otomotif, “Alhamdulillah, kehadiran Kejurnas Drag Bike di Kediri sebagai tuan rumah merupakan hal yang baru. Ini adalah aset Pemerintah Kabupaten Kediri yang kami optimalkan, dan ke depan insya Allah bisa menjadi agenda tahunan,” tutur Hakim.

Ia optimis kehadiran fasilitas resmi dan kejuaraan berjenjang ini mampu mengarahkan energi negatif remaja di jalanan menjadi prestasi yang membanggakan. “Para pembalap yang mungkin selama ini belum terarah, dengan adanya kegiatan ini bisa lebih fokus pada jalur prestasi dan tidak lagi turun ke jalan untuk balapan liar,” tegasnya.

Mengingat cabang olahraga drag bike sejauh ini belum masuk dalam daftar perlombaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur, KONI Kabupaten Kediri bergerak cepat. Pihaknya berencana membuka jalur komunikasi dengan IMI Jawa Timur maupun IMI Pusat agar nomor drag bike bisa segera diakomodasi dalam ajang olahraga multi-event di masa mendatang, “Kami berharap bisa berkomunikasi dengan IMI Jawa Timur dan IMI Pusat agar atlet-atlet drag bike ini dapat difasilitasi mengikuti kompetisi multi-event,” jelas Hakim.

Di samping memperjuangkan nasib cabang drag bike, KONI Kabupaten Kediri saat ini juga tengah fokus menyusun strategi pembinaan jangka panjang menuju Porprov 2027. Evaluasi dan pemantauan ketat akan diberlakukan melalui program pemusatan latihan yang disesuaikan dengan peta potensi masing-masing cabang olahraga. (edp)

x