Olahraga

Tembus Dominasi Elite Dunia, Atlet Panjat Tebing Kota Kediri Sabet Emas di Ceko

Jurnalis: Ellya Destiara Permata

188Views

Kediri – Panggung olahraga internasional kembali saksi kehebatan pemuda asal Kota Kediri. Atlet panjat tebing andalan Indonesia, Putra Tri Ramadani, sukses merebut medali emas nomor lead dalam ajang bergengsi World Climbing Series 2026 yang digelar di Praha, Ceko, Senin (8/6/2026). Torehan ini menjadi tinta emas bagi dunia panjat tebing tanah air. Putra mengukir sejarah sebagai pemanjat tebing pertama dari Indonesia yang berhasil menduduki podium tertinggi nomor lead sepanjang sejarah World Climbing Series. Prestasi luar biasa ini sekaligus menyejajarkan namanya dengan deretan pemanjat elite global.

Pada partai final, pemuda kelahiran 26 Oktober 2005 yang akrab dipanggil Srondeng ini tampil memukau saat mengandaskan ambisi tujuh rival tangguhnya. Ia bersaing ketat dengan nama-nama besar dunia seperti Sorato Anraku, Neo Suzuki, dan Satone Yoshida (Jepang), jagoan tuan rumah Adam Ondra (Ceko), Luka Potocar (Slovenia), Filip Schenk (Italia), hingga jawara Austria, Jakob Schubert.

Putra mengunci gelar juara setelah mengumpulkan skor tertinggi 43. Ia melampaui catatan nilai Neo Suzuki yang harus puas dengan medali perak (skor 39) dan Jakob Schubert di posisi ketiga dengan medali perunggu (skor 37). Keberhasilan ini membuat sang Merah Putih berkibar gagah di tanah Eropa.

Gelar juara dunia ini menjadi lompatan besar dalam karier Putra. Pada ajang serupa di Koper, Slovenia tahun 2025 lalu, ia baru bisa menembus babak final dan menyudahi kompetisi di peringkat keenam. Namun, dalam kurun waktu kurang dari setahun, performanya melonjak tajam hingga mampu keluar sebagai kampiun.

Kendati berhasil memuncaki podium, pemuda rendah hati ini merasa masih memiliki sejumlah catatan yang perlu diperbaiki demi menjaga performanya di level dunia, “Ini partai final kedua saya sekaligus emas pertama. Rasanya sangat bahagia karena jalur pemanjatan di final sangat menantang, terutama menjelang top hingga tangan rasanya terkuras habis. Emas ini menjadi pelecut semangat saya untuk terus berprestasi bagi Indonesia,” tutur Putra.

Putra menilai jam terbang di kompetisi global sangat berharga untuk mematangkan taktik sekaligus kondisi mentalnya di lapangan, “Evaluasi ke depan adalah memperkuat orientasi jalur dan mengontrol rasa gugup saat bertanding,” jelasnya.

Apresiasi tinggi langsung mengalir dari KONI Kota Kediri. Humas KONI Kota Kediri, Rino Hayyu Setyo, mengungkapkan rasa bangganya setelah menyaksikan langsung perjuangan Putra lewat siaran langsung.

Rino menyebut Putra sebagai talenta berbakat yang konsistensinya sudah terlihat sejak membela Kota Kediri. Bakat besarnya kemudian diendus oleh Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) hingga ia resmi ditarik masuk Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) pada 2025, “Pencapaian ini adalah kebanggaan besar bagi Kota Kediri dan harumnya nama Indonesia di mata dunia, khususnya untuk nomor lead,” kata Rino.

Rino menambahkan, kesuksesan Putra bakal menjadi stimulus baru bagi pembinaan atlet muda di daerah. Saat ini, FPTI Kota Kediri bersama KONI berkomitmen memperketat program pembinaan dan regenerasi agar muncul bakat-bakat baru yang mampu meneruskan estafet prestasi Putra.

Langkah konkret tersebut sudah mulai berjalan melalui pemantauan intensif di berbagai kompetisi lokal, salah satunya lewat ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) beberapa waktu lalu, “KONI Kota Kediri dipastikan terus bersinergi dengan FPTI untuk memperbanyak kompetisi lokal demi menambah jam terbang para atlet. Kami berharap ke depan makin banyak atlet lokal Kediri yang mampu menembus level provinsi, nasional, hingga internasional,” pungkas Rino.

Keberhasilan Putra Tri Ramadani menjadi bukti nyata bahwa sistem pembinaan yang terarah mampu melahirkan talenta kelas dunia. Prestasi ini diharapkan mampu memicu motivasi generasi muda Indonesia untuk terus berjuang mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. (edp)

x