News

Menolak Padam, DPM FH Untag Surabaya Hidupkan ‘Api Nasionalisme Bung Karno’ di Era Modern

Jurnalis: Ellya Destiara Permata

220Views

Surabaya – Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya melaksanakan Seminar Dialog Ilmiah pada Kamis 11 Juni 2026 yang mengusung tema “Api Nasionalisme Bung Karno dalam Tantangan Zaman dari Perspektif Hukum, Kesehatan, dan Ekonomi”. Kegiatan seminar ini diadakan dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno yang jatuh pada Bulan Juni.

Dalam kegiatan ini dihadirkan Bapak J. Subekti, S.H., M.M. selaku Ketua Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 Surabaya yang menjadi Keynote Speaker dalam acara ini. Dalam kegiatan ini juga dihadirkan 3 pemateri dari berbagai perspektif, Dr. Demas Brian Wicaksono, S.H., M.H. selaku Dosen Fakultas Hukum Untag Surabaya, dr. Stevany Herlina Rumbobiar selaku Dosen Fakultas Kedokteran Untag Surabaya, dan Bryant Ritchie Trisnodjoko, S.A. sebagai Associate Consultant-Accounting & ESG Research.

Dari sisi hukum, menyoroti nasionalisme sebagai upaya menjaga kedaulatan negara melalui penegakan hukum yang adaptif terhadap tantangan zaman. Materi membahas pentingnya kepastian hukum, perlindungan hak masyarakat, serta peran regulasi dalam menjaga ketertiban sosial dan keadilan. Selain itu, mahasiswa hukum didorong untuk memiliki sikap kritis dalam mengawal implementasi hukum agar selaras dengan nilai Pancasila dan kepentingan bangsa.

Dalam perspektif ekonomi, nasionalisme ekonomi di era modern diwujudkan melalui penguatan kemandirian finansial negara. Fokus pembahasan meliputi hilirisasi industri, pengurangan ketergantungan terhadap dolar AS melalui Local Currency Settlement (LCS), serta penguatan sistem pembayaran digital nasional. Materi menekankan bahwa nasionalisme ekonomi masa kini tidak berarti menutup diri dari globalisasi, melainkan memperkuat daya saing dan ketahanan ekonomi domestik.

Perspektif Kesehatan membahas mengenai kesehatan masyarakat yang merupakan fondasi utama kemajuan bangsa dan bentuk nyata nasionalisme di era modern. dr. Stevany menyoroti berbagai tantangan kesehatan nasional, seperti stunting, ketimpangan layanan medis, kesehatan mental remaja, serta ketergantungan bahan baku obat impor. Kemudian, pentingnya pemenuhan hak kesehatan sebagai hak konstitusional dan peran masyarakat dalam menjaga kesehatan sebagai bentuk bela negara.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menambah semangat dan pemahaman mengenai nasionalisme dengan nilai-nilai nasionalisme yang digagas oleh Ir. Soekarno beserta relevansinya dalam menghadapi tantangan di era modern. Kegiatan seminar ini juga bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda agar lebih aktif berpartisipasi dalam menjaga persatuan, sekaligus berkontribusi secara nyata terhadap pembangunan bangsa sesuai dengan semangat nasionalisme di tengah perkembangan zaman.

x