NewsPemerintahan

Pemkot Kediri Siapkan Rekayasa Lalu Lintas untuk Kediri Mapan Expo

Jurnalis : Marsella Maulana Piscesa

87Views

Kediri – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Perhubungan menyiapkan rekayasa lalu lintas guna mendukung kelancaran rangkaian kegiatan Kediri Mapan Expo dalam peringatan Hari Jadi ke-1147 Kota Kediri. Rangkaian kegiatan akan berlangsung pada Jumat (3/7) dan Sabtu (4/7). Rekayasa lalu lintas dilakukan untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan aman, tertib, serta tetap memperhatikan kenyamanan masyarakat dan pengguna jalan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri, Arief Cholisudin menjelaskan penutupan jalan akan diberlakukan secara situasional. Ruas Jalan Basuki Rahmat menjadi jalur yang akan ditutup selama kegiatan berlangsung. Selama penutupan dilakukan, masyarakat yang akan melintas di kawasan tersebut diimbau menggunakan jalur alternatif melalui Jalan Kombel Pol Duriyat, Jalan Pemuda, maupun Jalan Joyoboyo agar perjalanan tetap lancar.

Selain mendukung kelancaran arus kendaraan, Dinas Perhubungan juga menyiapkan kantong parkir bagi pengunjung. Area Titik Nol disiapkan sebagai lokasi parkir utama dengan kapasitas sekitar 1.000 kendaraan yang diprioritaskan untuk sepeda motor, meskipun kendaraan roda empat juga tetap dapat memanfaatkan area tersebut sesuai ketersediaan ruang.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Satpol PP dan pihak kepolisian untuk pengamanan dan pengaturan lalu lintas agar mobilitas masyarakat tetap terjaga selama kegiatan berlangsung,” jelas Arief.

Untuk memberikan kenyamanan kepada pengunjung, Dinas Perhubungan bekerja sama dengan Dinas PUPR menyiapkan toilet portable yang ditempatkan di beberapa titik, baik di kawasan Balai Kota maupun area sekitar lokasi kegiatan. Dinas Perhubungan juga mengimbau masyarakat untuk memperhatikan informasi rekayasa lalu lintas serta mematuhi arahan petugas di lapangan.

“Mohon maaf untuk masyarakat Kota Kediri apabila mengganggu kenyamanan berlalu lintas dan mohon kerja samanya kepada seluruh pihak agar peringatan Hari Jadi ke-1147 Kota Kediri dapat berlangsung aman, tertib, dan memberikan kenyamanan bagi seluruh masyarakat maupun pengunjung,” pesannya.

Salah satu agenda utama dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-1147 Kota Kediri adalah Jambore Nasional Vespa Small Frame. Kegiatan ini akan menghadirkan berbagai agenda yang tidak hanya mempertemukan pecinta Vespa dari berbagai daerah, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan potensi wisata Kota Kediri.

Ketua Panitia, Agung mengatakan kegiatan tersebut dikemas sebagai ajang silaturahmi sekaligus promosi destinasi wisata dan ikon Kota Kediri kepada peserta dari luar daerah.

Rute riding dimulai dari kawasan Selomangleng, kemudian melintasi Jalan Mastrip, Jalan Dr. Harjo, Jalan Veteran, Jalan Sudanco Supriyadi, Jembatan Baru, Jalan Mayjen Sungkono, Jalan Diponegoro, Jalan PK Bangsa, dan berakhir di Balai Kota Kediri. Rute tersebut dipilih agar peserta dapat menikmati suasana Kota Kediri sekaligus mengenal sejumlah kawasan strategis yang menjadi daya tarik kota.

“Jambore ini adalah kegiatan riding bersama yang dijadwalkan berlangsung setelah waktu Maghrib atau sekitar pukul 18.00 WIB, menyesuaikan kondisi di lapangan. Peserta akan mengendarai Vespa bersama dari venue utama di Goa Selomangleng menuju Balai Kota Kediri. Lokasi tersebut akan menjadi titik akhir perjalanan sekaligus checkpoint dan pusat kegiatan Festival Tahu yang juga merupakan bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Kediri,” terangnya.

Untuk menjaga kelancaran lalu lintas, panitia membatasi peserta riding maksimal 100 orang. Kuota tersebut diprioritaskan bagi perwakilan komunitas dan tamu dari luar daerah, di antaranya Bali, Pekalongan, Jakarta, hingga Bontang, Kalimantan.

Pendaftaran dibuka secara langsung di lokasi tanpa dipungut biaya, baik bagi komunitas maupun peserta perorangan. Masyarakat umum juga diperbolehkan bergabung selama menggunakan Vespa dan mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan. Sementara itu, target pengunjung Jambore Nasional Vespa Small Frame diperkirakan mencapai sekitar 2.000 orang.

Selama kegiatan riding berlangsung, berbagai agenda di venue utama tetap berjalan sehingga seluruh pengunjung dapat menikmati rangkaian acara, seperti kontes Vespa Small Frame yang menampilkan berbagai Vespa berangka kecil terbaik milik peserta dan kegiatan lainnya.

Di sisi lain, Ketua Pelaksana Kejuaraan Bola Voli Wali Kota Cup, Risal menuturkan antusiasme masyarakat untuk mengikuti kejuaraan tersebut sangat tinggi. Hingga saat ini tercatat sebanyak 64 tim telah mendaftar, terdiri dari 31 tim putri dan 33 tim putra.

Risal menjelaskan informasi pendaftaran telah disebarkan melalui kecamatan yang kemudian diteruskan ke masing-masing kelurahan. Seluruh peserta dapat mengikuti kejuaraan ini tanpa dipungut biaya atau gratis.

Sistem kompetisi menggunakan sistem gugur dengan aturan setiap tim diperbolehkan membawa tiga pemain lokal dari dalam Kota Kediri dan tiga pemain bond atau pemain dari luar Kota Kediri. Pada babak penyisihan akan digelar empat pertandingan setiap hari hingga menyisakan delapan besar. Sementara babak semifinal dan final akan berlangsung dua pertandingan setiap hari.

“Untuk tanggal pelaksanaan Bola Voli Wali Kota Cup ini dimulai tanggal 4 sampai dengan 25 Juli 2026 yang diselenggarakan di Omah Sawah. Bagi para pemenang sudah disiapkan tropi, piala bergilir dan uang tunai jutaan rupiah,” terangnya.

Selain Jambore Nasional Vespa Small Frame dan Kejuaraan Bola Voli Wali Kota Cup, rangkaian kegiatan selama dua hari tersebut juga akan diramaikan dengan Pelatihan Desain Kostum Daur Ulang, Kediri Mapan Expo 2026, serta Lomba Olahan Tahu Takwa. (mmp)

x