News

Diskon Tiket Kereta 30 Persen Dongkrak Mobilitas saat Libur Sekolah

Jurnalis : Marsella Maulana Piscesa

85Views

MADIUN – Program Diskon Transportasi sebesar 30 persen untuk perjalanan kereta api selama masa libur sekolah 2026 mendapat respons positif dari masyarakat. Program yang merupakan bagian dari stimulus pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi selama libur sekolah ini berlaku untuk perjalanan kereta api pada periode 20 Juni hingga 5 Juli 2026.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun mencatat, selama periode tersebut sebanyak 80.817 tiket telah dipesan. Dalam pelaksanaannya, KAI berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan untuk menghadirkan layanan diskon kepada pelanggan sesuai periode yang telah ditetapkan.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan program tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk merencanakan perjalanan selama libur sekolah dengan biaya yang lebih hemat.

“Program Diskon Transportasi 30 persen memberi ruang bagi masyarakat untuk merencanakan perjalanan libur sekolah secara lebih hemat. KAI mendukung pelaksanaan program ini melalui kesiapan layanan, ketersediaan informasi, kemudahan pemesanan di kanal resmi, serta kolaborasi bersama DJKA Kementerian Perhubungan,” ujar Tohari.

KAI juga mencatat tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur sekolah. Berdasarkan data yang dihimpun hingga pukul 07.00 WIB, sejak awal libur sekolah pada 19 Juni hingga berakhirnya program diskon transportasi pada 5 Juli 2026, Daop 7 Madiun telah melayani 311.014 pelanggan. Jumlah tersebut terdiri atas 154.372 pelanggan berangkat dan 156.642 pelanggan tiba.

Tohari menjelaskan, puncak kedatangan pelanggan selama masa libur sekolah terjadi pada 28 Juni 2026 dengan jumlah 10.532 pelanggan. Sementara itu, puncak keberangkatan tercatat pada 4 Juli 2026 dengan sebanyak 10.494 pelanggan.

“Data ini memperlihatkan bahwa stimulus transportasi menjadi bagian penting dari perencanaan perjalanan masyarakat pada masa libur sekolah. Pelanggan menyebar pada berbagai tanggal, memilih relasi yang beragam, dan menggunakan kereta api untuk mobilitas yang lebih terencana,” katanya.

Selama masa libur sekolah, mobilitas penumpang didominasi perjalanan menuju kota-kota besar, kawasan wisata, dan kota pendidikan. Lima stasiun dengan jumlah pelanggan keberangkatan tertinggi di wilayah Daop 7 Madiun yaitu Stasiun Madiun, Kediri, Jombang, Blitar, dan Tulungagung.

Menurut Tohari, tingginya penggunaan kereta api aglomerasi maupun antarkota menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan moda transportasi ini tidak hanya untuk perjalanan jarak jauh, tetapi juga perjalanan singkat menuju kawasan wisata maupun mengunjungi keluarga.

“Libur sekolah menghadirkan karakter mobilitas yang dinamis. Ada pelanggan yang menempuh perjalanan antarkota jarak jauh, ada pula yang memilih perjalanan aglomerasi untuk liburan singkat. KAI menjaga agar kebutuhan perjalanan tersebut terlayani dengan aman, nyaman, dan tertib,” ujarnya.

KAI mengimbau masyarakat yang masih akan bepergian pada sisa masa libur sekolah untuk memeriksa ketersediaan tiket melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi kai.id, maupun kanal penjualan resmi lainnya. Pelanggan juga diminta memastikan data identitas sesuai, memperhatikan jadwal keberangkatan, serta datang lebih awal ke stasiun agar proses boarding berjalan lancar.

“KAI berterima kasih atas kepercayaan masyarakat yang memilih kereta api selama masa libur sekolah. Melalui dukungan stimulus dari pemerintah dan kolaborasi bersama DJKA Kementerian Perhubungan, KAI akan terus menghadirkan layanan yang aman, nyaman, tertib, dan mudah diakses oleh pelanggan,” tutup Tohari. (mmp)

x