News

Pedagang CFD Jalan Dhoho Titip Harapan di Harkopnas ke-79

Jurnalis : Marsella Maulana Piscesa

89Views

Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 menjadi momentum bagi para pelaku usaha mikro di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Dhoho, Minggu (12/7/2026), untuk menyampaikan harapan mereka terhadap perkembangan koperasi. Bagi para pedagang, koperasi diharapkan tidak hanya menjadi simbol, tetapi mampu bertransformasi menjadi pelindung nyata bagi perekonomian masyarakat kecil.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Kediri bersama Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Kediri menyambangi lapak-lapak pedagang untuk berdialog sekaligus menyerap aspirasi para pelaku usaha.

Salah seorang pedagang dessert di kawasan CFD, Calista (21), mengaku pendekatan yang dilakukan pemerintah dan Dekopinda memberikan sudut pandang baru mengenai koperasi, khususnya bagi generasi muda yang tengah merintis usaha.

“Jujur, awalnya mikir koperasi itu jadul dan ribet. Tapi setelah tahu ada program edukasi untuk anak muda, harapannya koperasi bisa lebih digital dan punya wadah khusus buat modal usaha mikro seperti kami tanpa birokrasi yang susah,” ujarnya.

Harapan serupa juga disampaikan Okta Setiawan (32), pedagang makanan yang setiap pekan berjualan di Jalan Dhoho. Menurutnya, koperasi diharapkan mampu mendukung stabilitas usaha para pedagang kecil, mulai dari kemudahan memperoleh bahan baku hingga memperluas pemasaran produk.

“Di momen Harkopnas ini, keinginan kami sebagai pedagang kecil adalah adanya koperasi yang solid untuk mempermudah akses bahan baku murah dan membantu pemasaran produk agar bisa naik kelas,” tuturnya.

Aspirasi para pedagang tersebut disambut Ketua Dekopinda Kota Kediri, Firdaus Ido. Ia menegaskan koperasi siap bergerak lebih inklusif dan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi pelaku usaha baru maupun generasi muda untuk bergabung dan merasakan semangat gotong royong dalam koperasi.

“Kami ingin generasi penerus ini benar-benar mau dan terjun masuk kepada koperasi. Silahkan melihat terlebih dahulu, silahkan masuk ke dalamnya, baru akan merasakan bagaimana gotong royongnya koperasi sebagai benar-benar sokoguru dari perekonomian yang ada di Indonesia,” ungkap Firdaus Ido.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Dinkop-UMTK) Kota Kediri, Eko Loekmono, mengatakan kehadiran pemerintah di CFD bertujuan mendengarkan aspirasi pedagang sekaligus mengampanyekan koperasi yang ramah bagi pelaku usaha mikro. Salah satu langkah yang telah disiapkan yakni pembentukan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) yang kini telah terbentuk di seluruh 46 kelurahan di Kota Kediri.

“Koperasi ini hadir sebagai salah satu solusi untuk memberantas rentenir dan bank plecit yang ada di wilayah kita. Masalah tersebut bisa terselesaikan dengan pembentukan koperasi-koperasi di level Kelurahan sampai ke tingkat RW,” jelas Eko.

Terkait harapan para pelaku usaha agar produk lokal dapat naik kelas, Eko memastikan arah kebijakan gerai fisik KKMP yang kini mulai berdiri di tiga kecamatan akan tetap memprioritaskan ruang bagi produk-produk UMKM setempat.

Melalui momentum Harkopnas ke-79, para pelaku usaha di Jalan Dhoho berharap koperasi dapat hadir sebagai mitra yang modern, tangguh, dan mampu mendukung pertumbuhan usaha mikro di Kota Kediri.Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Pj Sekretaris Daerah Kota Kediri Endang Kartika Sari. (mmp)

x