NewsUncategorized

Hari Koperasi ke-79, Mbak Wali Ajak Generasi Muda Wujudkan Koperasi Modern

Jurnalis : Marsella Maulana Piscesa

96Views

KEDIRI – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, menjadikan koperasi sebagai motor penggerak ekonomi yang modern, inovatif, dan berdaya saing. Ajakan tersebut disampaikan saat memimpin Upacara Peringatan Hari Koperasi ke-79 bertema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya” di Halaman Kampus Universitas Nusantara PGRI Kediri, Rabu (15/07/2026).

Dalam amanatnya, Wali Kota Kediri menegaskan bahwa koperasi tidak lagi dapat dipandang sebatas tempat simpan pinjam atau wadah berkumpul para anggotanya. Menurutnya, koperasi memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi kerakyatan yang mampu membuka akses permodalan bagi pelaku usaha kecil, meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pasar, sekaligus memperkuat daya saing.

Komitmen tersebut terus diwujudkan Pemerintah Kota Kediri melalui penguatan kelembagaan koperasi. Mbak Wali menjelaskan, saat ini Kota Kediri memiliki 157 Koperasi RW, 46 Koperasi Kelurahan Merah Putih dengan tiga gerai yang telah terbangun, serta 235 koperasi aktif yang bergerak di berbagai sektor usaha. Meski jumlah koperasi lebih ramping dibandingkan beberapa tahun lalu, hal tersebut merupakan hasil dari proses penyehatan dan penataan kelembagaan agar koperasi yang ada benar-benar sehat, aktif, dan memberikan manfaat bagi anggotanya. “Kita tidak sedang mengejar banyaknya jumlah koperasi, tetapi menghadirkan koperasi yang sehat, aktif, profesional, dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Penguatan kelembagaan tersebut berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi kerakyatan di Kota Kediri. Mbak Wali mengungkapkan, pada tahun 2025 jumlah usaha mikro di Kota Kediri mencapai 10.322 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.044 usaha mikro atau sekitar 10,2 persen dari usaha mikro binaan pemerintah berhasil meningkatkan omzet usahanya. “Capaian tersebut menunjukkan bahwa sinergi antara koperasi, UMKM, dan pemerintah mampu membuka peluang yang lebih besar bagi masyarakat untuk berkembang,” jelasnya.

Menurut Wali Kota termuda ini, keberlanjutan koperasi tidak lepas dari peran generasi muda. Karena itu, pada kesempatan tersebut ia mengajak kalangan perguruan tinggi, mahasiswa, dan pelajar untuk mengambil bagian dalam membangun masa depan koperasi. Menurutnya, sudah saatnya stigma bahwa koperasi merupakan organisasi yang kuno ditinggalkan. “Koperasi modern adalah koperasi yang memanfaatkan teknologi, dikelola secara profesional, mampu membaca pasar, dan menjadi rumah bagi lahirnya inovasi anak-anak muda,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Mbak Wali mendorong mahasiswa dan pelajar mulai terlibat sebagai anggota maupun pengurus koperasi. Dengan bekal ilmu pengetahuan dan penguasaan teknologi digital, generasi muda diyakini mampu menghadirkan berbagai inovasi usaha yang dibutuhkan masyarakat. Ia juga berharap kampus-kampus di Kota Kediri dapat menjadi tempat lahirnya koperasi-koperasi modern, sekaligus ruang belajar kepemimpinan, pengelolaan usaha, dan membangun kepercayaan melalui semangat kolaborasi. “Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan peringatan Hari Koperasi ke-79 ini sebagai momentum memperkuat komitmen dalam menghadirkan koperasi yang semakin modern, profesional, inovatif, dan dicintai masyarakat,” pungkasnya.

Turut hadir dalam upacara tersebut Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin, Kepala Dinas Koperasi dan UMTK Kota Kediri Eko Lukmono, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri M. Ridwan, perwakilan Forkopimda Kota Kediri, Rektor IIK Bhakti Wiyata Kota Kediri Muhamad Zainuddin, Rektor Universitas Nusantara PGRI Kediri Zainal Afandi, para dosen, pelajar, mahasiswa, gerakan koperasi, serta Koperasi Kelurahan Merah Putih se-Kota Kediri. (mmp)

x