News

Mas Dhito Tekankan Penerapan Ilmu Usai Pelatihan Kerja

Jurnalis : Marsella Maulana Piscesa

72Views

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menekankan pentingnya peserta mengaplikasikan ilmu yang diperoleh setelah mengikuti program Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK). Hal itu disampaikannya saat meninjau langsung pelaksanaan pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Bogo, Kecamatan Plemahan, Jumat (17/7/2026).

Pelatihan yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Kediri tersebut menghadirkan berbagai kelas berbasis kompetensi. Salah satunya adalah pelatihan Bahasa Jepang yang dipersiapkan bagi peserta yang akan mengikuti program IM Japan atau program magang dan kerja di Jepang. “Maka kita persiapkan anak-anak di Kabupaten Kediri untuk mendapatkan pelajaran Bahasa Jepang,” kata Mas Dhito.

Selain pelatihan Bahasa Jepang, peserta juga dapat mengikuti kelas digital marketing, make up artist (MUA), pengelasan, barbershop, administrasi perkantoran, barista, serta teknik sepeda motor.

Dalam kesempatan itu, Mas Dhito berkeliling meninjau proses pelatihan di setiap kelas. Ia juga menyempatkan berdialog dengan para peserta maupun instruktur untuk melihat secara langsung jalannya pelatihan.

Pelaksanaan pelatihan berlangsung selama 120 hingga 240 jam atau sekitar 15 sampai 30 hari tatap muka, bergantung pada jenis kelas yang diikuti. Setiap kelas diikuti oleh 20 peserta.Setelah menyelesaikan pelatihan dan dinyatakan lulus, peserta akan memperoleh sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Namun, menurut Mas Dhito, hal terpenting bukan hanya memperoleh sertifikat, melainkan bagaimana ilmu yang didapat benar-benar diterapkan setelah pelatihan selesai. “Paling penting pasca pelatihan itu, mereka menggunakan ilmunya atau tidak, itu kuncinya,” ujarnya.

Kepala Disnaker Kabupaten Kediri Ibnu Imad menjelaskan, hingga saat ini peserta telah mengikuti pelatihan selama lima hari. Khusus peserta pelatihan Bahasa Jepang, mereka dijadwalkan mengikuti proses seleksi magang ke Jepang pada 24 Agustus mendatang.

Menurut Ibnu, program pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Kediri dalam menekan angka pengangguran. Khusus peserta kelas MUA dan barista yang menjalani pelatihan selama 240 jam, setelah lulus mereka akan mengikuti program magang di perusahaan-perusahaan mitra. “Harapannya mereka dapat menunjukkan skill, soft skill yang dimiliki dan dapat diterima di situ (perusahaan mitra),” pungkasnya. (mmp)

x