News

Polri Perkuat Penanganan Gempa NTT

Jurnalis: Fredecius Hardiyanto

77Views

NUSA TENGGARA TIMUR — Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto meninjau sejumlah lokasi terdampak gempa bumi dan pengungsian di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, Kapolri turut menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan bencana berjalan sesuai arahan Presiden, mulai dari pencarian dan pertolongan (SAR), evakuasi korban, tanggap darurat, pelayanan kesehatan, hingga penyaluran bantuan logistik dan kebutuhan dasar masyarakat.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, kami mendapatkan tugas untuk membantu seluruh proses penanganan bencana, mulai dari pencarian dan pertolongan atau SAR, evakuasi korban, penanganan tanggap darurat, pelayanan kesehatan, hingga penyaluran bantuan logistik dan kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Kapolri.

Kapolri menyampaikan duka cita mendalam kepada para korban gempa. Ia mengajak masyarakat mendoakan korban meninggal dunia, korban luka, serta warga yang masih berada di pengungsian.

“Saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas bencana gempa bumi yang terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Mari kita bersama-sama mendoakan semoga para korban yang meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, korban luka segera diberikan kesembuhan, serta seluruh masyarakat terdampak diberikan kekuatan dan ketabahan,” katanya.

Berdasarkan data sementara, gempa tersebut menyebabkan 1.245 orang menjadi korban, terdiri atas 67 orang meninggal dunia, 509 orang luka berat, dan 669 orang luka ringan. Sekitar 27.700 warga mengungsi di 107 titik yang tersebar di tujuh kabupaten.

Kapolri mengatakan sebagian besar lokasi pengungsian telah dapat dijangkau. Polri bersama unsur terkait terus mendatangi titik-titik pengungsian untuk memantau kondisi warga dan memastikan kebutuhan mereka terpenuhi.

Untuk mempercepat penanganan, Polri telah membentuk delapan Posko Tanggap Bencana, yakni satu posko di Labuan Bajo dan tujuh posko di Polres terdampak. Posko tersebut berfungsi sebagai pusat pelayanan dan koordinasi sekaligus menginventarisasi kebutuhan masyarakat di lapangan.

Polri juga mengerahkan 236 personel bantuan BKO ke Polda NTT. Personel tersebut memiliki kemampuan di bidang SAR dan evakuasi, pelayanan kesehatan, pencarian menggunakan K9, trauma healing, pengamanan, hingga pendistribusian bantuan.

Selain personel, Polri telah menyalurkan 247,66 ton bantuan logistik dan kemanusiaan dari Mabes Polri dan Polda jajaran. Bantuan tersebut meliputi bahan makanan, pakaian, perlengkapan pengungsian, obat-obatan, serta kebutuhan dasar lainnya.

Kapolri menegaskan distribusi bantuan akan terus disesuaikan dengan hasil evaluasi kebutuhan di masing-masing wilayah. Kebutuhan seperti tenda, obat-obatan, makanan, pakaian, tempat tidur, genset, MCK, dan kebutuhan lainnya akan dipenuhi secara bertahap.

“Kami akan terus bergerak dan melakukan evaluasi setiap hari untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak, mulai dari tenda, obat-obatan, makanan, pakaian, tempat tidur, genset, MCK, hingga kebutuhan lainnya dapat segera dipenuhi secara bertahap,” tutur Kapolri.

Dalam kunjungan ke Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur, Polri menyalurkan 3.500 paket bantuan sosial, 500 mainan anak-anak, 39 kasur, 10 tandon air, serta 36 boks obat-obatan. Bantuan tersebut diangkut menggunakan enam truk.

Untuk mendukung evakuasi dan distribusi bantuan, Polri juga menyiapkan sarana transportasi udara dan laut. Sarana tersebut meliputi Kapal KP Bima 7014 kelas A3, dua helikopter AW 169, satu helikopter Bell-429, serta masing-masing satu pesawat CN, Casa, dan Beechjet.

Sarana tersebut digunakan untuk membantu evakuasi, mengirim bantuan dan logistik, serta memantau wilayah yang belum dapat dijangkau secara optimal melalui jalur darat.

Dalam pelayanan kesehatan, Kapolri memastikan warga yang membutuhkan pengobatan maupun penanganan medis lanjutan akan dibantu untuk mendapatkan pelayanan. Jika diperlukan, warga akan dirujuk ke rumah sakit terdekat dengan difasilitasi proses evakuasi dan transportasinya, termasuk bagi kelompok rentan seperti ibu hamil yang mendekati persalinan.

“Kami akan memfasilitasi proses evakuasi maupun transportasinya,” tegas Kapolri.

Kapolri mengakui masih terdapat kendala dalam penyaluran bantuan ke sejumlah wilayah akibat keterbatasan akses dan jalur distribusi. Namun, Polri bersama unsur terkait terus menyiapkan alternatif agar bantuan dapat segera menjangkau masyarakat.

“Kami juga memohon maaf apabila masih terdapat bantuan yang belum dapat menjangkau beberapa wilayah dengan cepat karena kendala akses dan jalur distribusi. Namun, berbagai alternatif terus kami siapkan agar bantuan dapat segera sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.

Kapolri menegaskan Polri akan terus berkoordinasi dengan BNPB, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh unsur terkait untuk mempercepat penanganan bencana, pemulihan wilayah terdampak, serta menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat.

“Polri akan terus berkomitmen untuk membersamai masyarakat dalam menghadapi masa-masa sulit ini, serta bersinergi dengan TNI, BNPB, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder terkait guna mempercepat penanganan bencana, pemulihan wilayah terdampak, serta menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat,” pungkas Kapolri.

Kapolri berharap kondisi segera membaik, seluruh proses penanganan berjalan lancar, dan masyarakat terdampak dapat kembali beraktivitas seperti sediakala. (ho)

x