News

Tiga Tempat Ibadah di SMPN 3 Grogol Diresmikan

Jurnalis : Ellya Destiara Permata

76Views

KEDIRI — Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meresmikan tiga tempat ibadah di SMP Negeri 3 Grogol, Rabu (19/8/2026). Peresmian ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kediri dalam mendukung kebebasan beragama sekaligus memperkuat toleransi di lingkungan pendidikan.

Tiga tempat ibadah tersebut yakni Mushola Al Ikhlas, Gereja Imanuel, dan Pura Widya Loka. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat memudahkan siswa menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing di lingkungan sekolah.

“Ini menjadi kado bagi Kabupaten Kediri dalam menjaga toleransi umat beragama,” kata Hanindhito.

Hanindhito mengapresiasi keluarga besar sekolah dan wali murid yang secara swadaya dan gotong royong membangun tiga tempat ibadah tersebut. Ketiganya didirikan berdampingan dan diselesaikan dalam waktu sekitar empat bulan.

Menurutnya, toleransi antarumat beragama merupakan karakter yang terbentuk melalui sikap saling menghormati dan menjaga keharmonisan dalam perbedaan. Hal tersebut, kata dia, telah tercermin di Kabupaten Kediri.

“Toleransi antarumat beragama itu karakter yang sudah terbentuk, dan hari ini Kabupaten Kediri telah membuktikan,” ungkapnya.

Hanindhito menyebut keberadaan fasilitas serupa juga terdapat di SD Negeri Besowo 2, Kecamatan Kepung, yang berada di wilayah timur Sungai Brantas. Dengan demikian, semangat toleransi dinilai telah tumbuh dari wilayah timur hingga barat Kabupaten Kediri.

“Ini artinya Kabupaten Kediri dari timur sampai barat toleransi beragama sangat tinggi,” tambahnya.

Ia berpesan agar semangat toleransi tersebut terus diteruskan kepada generasi berikutnya. Pemerintah Kabupaten Kediri, lanjutnya, siap membantu pemenuhan fasilitas pendukung lain yang masih dibutuhkan sekolah.

Kepala SMP Negeri 3 Grogol, Musiin, mengapresiasi dukungan Bupati Kediri terhadap sektor pendidikan. Ia menyampaikan halaman di sekitar tiga tempat ibadah tersebut nantinya akan dibantu untuk pemasangan paving.

Menurut Musiin, pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan spiritual siswa. Ia bersyukur fasilitas tempat ibadah yang sebelumnya menjadi impian kini telah terwujud.

“Kami berharap fasilitas ini dapat membentuk kualitas anak didik tidak hanya secara akademik, tapi juga secara spiritual,” ucapnya. (edp)

x