News

Imigrasi Kediri Edukasi Pelajar SMAN 1 Jombang Cegah TPPO

Jurnalis : Ellya Destiara Permata

63Views

JOMBANG — Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kediri menggelar sosialisasi keimigrasian bagi pelajar SMA Negeri 1 Jombang pada Kamis (20/8/2026). Kegiatan ini digelar sebagai upaya membentengi generasi muda dari ancaman Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Selain memberikan edukasi mengenai pencegahan TPPO, kegiatan yang berlangsung di Aula SMAN 1 Jombang tersebut juga membuka wawasan pelajar terkait peluang pendidikan dan karier melalui Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltekimipas).

Sosialisasi yang berlangsung pukul 08.00 hingga 12.15 WIB itu diikuti sekitar 80 perwakilan siswa kelas X, XI, dan XII. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan hingga sesi tanya jawab.

Kepala Seksi Teknologi Informasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kediri, Nasrullah, yang hadir mewakili Kepala Kantor Imigrasi Kediri, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud nyata semangat “Imigrasi untuk Rakyat”.

“Langkah ini merupakan implementasi langsung dari 15 program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mencegah TPPO. Kami ingin hadir menjemput bola, memberikan pelayanan, edukasi, sekaligus pelindungan langsung kepada masyarakat, khususnya para pelajar yang rentan menjadi sasaran,” ujar Nasrullah.

Humas SMAN 1 Jombang, Sholahuddin, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi dari Imigrasi Kediri dapat menjadi bekal bagi siswa agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan terkait keberangkatan ke luar negeri.

“Modusnya saat ini beragam, mulai dari pengantin pesanan, magang fiktif, hingga penempatan kerja nonprosedural. Kami bersyukur anak-anak mendapat pencerahan langsung dari ahlinya, sekaligus termotivasi untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah kedinasan kementerian,” tuturnya.

Dalam pemaparan materi, Petugas PIMPASA Imigrasi Kediri, Rangga Aditya, menjelaskan fungsi keimigrasian serta prosedur pengajuan paspor yang benar. Ia juga memaparkan berbagai modus operandi TPPO, faktor penyebab, dan dampaknya sebagai bekal bagi pelajar yang memiliki rencana melanjutkan studi atau bekerja di luar negeri.

Sementara itu, Taruna Poltekimipas Program Studi Hukum Keimigrasian, Firman Dwi Prasetya, berbagi pengalaman mengenai pendidikan kedinasan tersebut. Ia menjelaskan profil Poltekimipas, persyaratan dan alur pendaftaran, tahapan seleksi, sistem pendidikan, hingga prospek karier sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Antusiasme pelajar terlihat dalam sesi tanya jawab. Sejumlah siswa mengajukan pertanyaan seputar prosedur aman untuk bekerja atau belajar di luar negeri serta kiat mengikuti seleksi taruna Poltekimipas. Kantor Imigrasi Kediri juga memberikan suvenir kepada siswa yang aktif berpartisipasi.

Melalui kegiatan tersebut, Kantor Imigrasi Kediri berharap para pelajar semakin memahami prosedur keimigrasian yang legal, mampu mengenali dan menghindari berbagai modus TPPO, serta memanfaatkan peluang pendidikan kedinasan untuk mengembangkan diri dan mengabdi kepada negara. (edp)

x