News

Polres Trenggalek Tanam Mangrove dan Lepas 100 Tukik

Jurnalis : Ellya Destiara Permata

54Views

TRENGGALEK – Kapolres Trenggalek AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya, S.I.K., M.H., didampingi Ketua Cabang Bhayangkari Trenggalek Ny. Debie Rizky, melakukan aksi penyelamatan lingkungan dengan menanam pohon mangrove dan melepasliarkan 100 tukik (anak penyu) di Kawasan Konservasi Pantai Taman Kili-Kili, Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, Rabu (9/9/2026).

Aksi peduli lingkungan yang digelar di sela-sela kunjungan kerja ke Mapolsek Panggul tersebut merupakan bagian dari implementasi Ecology Policing. Program ini menjadi wujud kepedulian Polri terhadap kelestarian alam sekaligus langkah menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah Kabupaten Trenggalek.

“Pelepasliaran tukik adalah bentuk nyata komitmen kami dalam menjaga kelestarian satwa laut, khususnya penyu, agar tetap dapat berkembang biak dan menjadi bagian penting dari ekosistem. Kita ketahui bersama bahwa penyu adalah pemelihara terumbu karang, dan terumbu karang adalah rumah bagi ikan-ikan di laut lepas,” jelas AKBP Rizky.

Kecamatan Panggul sebagai wilayah pesisir dikenal memiliki bentang pantai yang eksotis sekaligus menjadi salah satu pusat konservasi penyu. Potensi alam tersebut dinilai menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bersama untuk terus dijaga, termasuk melindungi biota laut seperti penyu.

Di sisi lain, perubahan iklim, cuaca ekstrem, dan gelombang tinggi kerap memicu abrasi di sepanjang bibir pantai. Kondisi tersebut mendorong Polres Trenggalek Polda Jatim melakukan mitigasi bencana melalui penanaman pohon mangrove.

“Penanaman mangrove memiliki manfaat yang sangat besar, mulai dari mencegah abrasi pantai, menjaga habitat biota pesisir, menyerap karbon, hingga melindungi kawasan pantai dari berbagai ancaman kerusakan lingkungan,” tambah AKBP Rizky.

Kapolres Trenggalek menegaskan, tugas menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) tidak lagi terbatas pada keamanan fisik, tetapi juga mencakup aspek kelestarian lingkungan demi masa depan generasi mendatang.

Kendati demikian, lanjut AKBP Rizky, kepolisian tidak dapat berjalan sendiri dan membutuhkan sinergi dari seluruh lapisan masyarakat. Ia berharap Ecology Policing tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi gerakan bersama dan budaya dalam menjaga alam.

“Hentikan membuang sampah di lautan karena sampah plastik sangat rentan mematikan penyu. Menjaga lingkungan hari ini berarti menjaga kehidupan masa depan anak cucu kita,” pungkas AKBP Rizky.

Salah satu anggota Kelompok Masyarakat (Pokmas) Konservasi Taman Kili-Kili, Eko Margono, menyambut baik langkah proaktif Polres Trenggalek Polda Jatim yang terjun langsung dalam pelestarian alam dan perlindungan satwa penyu.

“Kebetulan di Konservasi Penyu Taman Kili-Kili tahun ini, jenis yang bertelur dan menetas adalah penyu lekang atau penyu hijau. Hari ini, bersama jajaran Polres Trenggalek, kami melepasliarkan sebanyak 100 ekor tukik jenis penyu lekang,” ujar Eko.

Eko menambahkan, perlindungan terhadap satwa tersebut sangat krusial mengingat adanya ancaman perburuan liar oleh pihak tidak bertanggung jawab serta tingginya predator alami di laut lepas yang mengancam populasi penyu.

“Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi aktif Polres Trenggalek. Langkah ini sangat membantu meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat agar semakin taat pada aturan pemerintah. Penyu adalah satwa yang dilindungi, dan keberadaan mereka sangat vital bagi ekosistem laut kita,” tutupnya. (edp)

x