News

Pembinaan Usia Dini, Inzia Super League KU-11 Bergulir di Kediri

Jurnalis : Ellya Destiara Permata

63Views

KEDIRI – Inzia Super League KU-11 secara resmi mulai dilaksanakan di Inzia Mini Soccer, Minggu (13/9/2026). Pada pertandingan perdana, Taufiq Football Academy dan MH Muslim Habibi mengakhiri laga dengan skor imbang 2-2.

Di luar sengitnya persaingan di area pertandingan, penyelenggaraan pekan pertama turnamen ini memperoleh pujian dari para peserta, terutama mengenai arena dan sarana yang disajikan Inzia Mini Soccer. Kualitas rumput yang dapat dinikmati dengan aman, ketersediaan ruang ganti, hingga papan skor digital dianggap menyajikan iklim bertanding yang berbeda bagi para atlet cilik.

Pelatih Taufiq Football Academy, Muhammad Taufiq, menyambut positif kelengkapan gelanggang yang menurutnya sangat menyokong proses pembinaan bibit muda. Sarana penunjang yang memadai membuat para pemain muda tidak sekadar merasa betah saat bertanding, tetapi juga memperoleh gambaran mengenai iklim sepak bola yang lebih terorganisasi, “Luar biasa, sangat bagus. Di sini lapangannya anak-anak sangat happy, sangat gembira. Fasilitasnya juga sangat bagus, termasuk ruang gantinya,” kata Muhammad Taufiq.

Mantan punggawa Persik Kediri tersebut menganggap kondisi permukaan lapangan yang rata dan prima memudahkan para pemain mempraktikkan materi yang telah dipelajari selama berlatih. Laga ini sekaligus menjadi wadah bagi para talenta muda untuk mengasah kemahiran teknis serta kekompakan tim, “Mereka bisa mengeluarkan kemampuan mereka dari latihan, bukan hanya teknik, tetapi juga mengembangkan kerja sama timnya. Dengan lapangan dan fasilitas yang sangat bagus, mereka bisa mendapatkan pengalaman bertanding yang lebih baik,” ujarnya.

Menurut Taufiq, jam terbang berlaga di lokasi dengan sarana yang mumpuni memiliki peran penting bagi fase awal perkembangan anak-anak. Para pemain muda dapat beradaptasi dengan ritme kompetisi sekaligus memvisualisasikan atmosfer sepak bola profesional sejak dini, “Ini mengajarkan edukasi buat meeka, seperti apa gambaran menjadi pemain profesional. Jadi mereka mendapatkan pengalaman dan kegembiraan dalam bermain,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Inzia Super League, Dicky Apdillah, menyebutkan bahwa pembenahan dan peningkatan sarana merupakan komitmen Inzia Mini Soccer dalam menyajikan pelayanan optimal bagi seluruh kontestan. Pada partai pembuka ini, pihak penyelenggara mulai mengoperasikan papan skor digital guna melengkapi sarana pendukung yang telah ada sebelumnya, “Alhamdulillah, tadi saya sempat sampling untuk tanya terkait venue dan fasilitas yang ada. Alhamdulillah semua responsnya baik dan bagus. Apalagi hari ini perdana untuk digital scoring board,” kata Dicky.

Dicky menjelaskan, pengadaan papan skor digital ini ditujukan untuk melengkapi infrastruktur venue sekaligus memperkuat atmosfer kompetisi. Inzia Mini Soccer turut menyediakan ruang ganti serta arena bertanding berkualifikasi tinggi yang memang dirancang untuk menunjang kegiatan olahraga, khususnya dalam ranah pembinaan usia dini.

Dicky menuturkan, perhelatan turnamen ini juga menjadi wujud kepedulian Inzia Mini Soccer terhadap pembibitan atlet sepak bola sejak dini. Melalui ajang yang digelar secara berkala ini, para pesepak bola muda diharapkan memiliki wadah untuk mengasah bakat sekaligus menambah pengalaman bertanding, “Kita juga ingin ikut peduli dan membantu pembinaan usia dini. Harapannya, anak-anak bisa mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus berkembang melalui kompetisi ini,” ujarnya.

Tidak cuma sarana di area pertandingan, panitia juga menghadirkan beragam agenda pendukung selama kejuaraan berlangsung. Pada setiap pekannya, pesepak bola terbaik berkesempatan membawa pulang gelar Man of the Match (MOTM) yang dilengkapi dengan pembagian bingkisan menarik.

Rekapitulasi skor, ulasan laga, serta beragam pernak-pernik ajang ini bakal diunggah secara berkala lewat akun media sosial Inzia Mini Soccer dan Inzia Super League KU-11. Langkah tersebut ditempuh guna menjaga jangkauan publikasi turnamen sekaligus memberikan apresiasi bagi para pemain dan tim yang berpartisipasi.

Inzia Super League KU-11 diikuti oleh 13 klub yang berasal dari wilayah Kabupaten dan Kota Kediri. Turnamen ini akan bergulir saban pekan hingga Desember 2026, dengan laga pamungkas yang dijadwalkan bergulir pada 20 Desember. (edp)

x