News

KAI Daop 7 Perkuat Komitmen Lingkungan di Hari Ozon 2026

Jurnalis : Ellya Destiara Permata

72Views

MADIUN – Memperingati Hari Ozon Sedunia yang jatuh pada 16 September 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) untuk mendukung target Net Zero Emission (NZE) Indonesia.

Di wilayah kerja Daop 7 Madiun, berbagai langkah berbasis keberlanjutan terus dilakukan untuk menghadirkan transportasi publik yang ramah lingkungan. Upaya tersebut mencakup transisi energi, digitalisasi, penggunaan material berkelanjutan, hingga pengelolaan sampah.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan KAI tidak hanya berfokus pada layanan angkutan penumpang dan barang yang aman serta tepat waktu, tetapi juga berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan dan lapisan ozon bumi.

“Sebagai bagian dari KAI Group, Daop 7 Madiun berkomitmen penuh mengimplementasikan prinsip operasional yang hijau. Melalui berbagai inovasi dari hulu ke hilir, kami ingin memastikan bahwa setiap perjalanan kereta api turut berkontribusi nyata dalam mereduksi emisi karbon dan menjaga keseimbangan ekosistem,” ujar Tohari.

Dalam aspek transisi energi dan dekarbonisasi, sejak 4 Juli 2026 Daop 7 Madiun meningkatkan penggunaan biodiesel dari B40 menjadi B50 pada lokomotif dan kereta pembangkit untuk operasional KA jarak jauh dan lokal, baik keberangkatan awal maupun yang melintas di wilayah Daop 7.

KAI Daop 7 juga mengoptimalkan pemanfaatan energi terbarukan melalui panel surya di sejumlah fasilitas operasional dan perkantoran. Panel surya antara lain digunakan di Stasiun Madiun, Kertosono, Jombang, dan Kediri untuk memasok sebagian kebutuhan listrik bangunan stasiun, Griya Karya Kertosono, serta sejumlah palang pintu perlintasan.

Di sisi digitalisasi, KAI menyediakan fitur Carbon Footprint pada aplikasi Access by KAI. Fitur tersebut memungkinkan pengguna melihat kalkulasi jejak karbon yang dihemat ketika memilih kereta api dibandingkan kendaraan pribadi.

Penerapan sistem paperless juga terus digencarkan melalui penggunaan e-boarding pass dan Face Recognition Boarding Gate. Saat ini layanan Face Recognition telah tersedia di Stasiun Madiun.

Pada sektor infrastruktur, KAI Daop 7 melakukan inovasi dengan mengganti bantalan rel kayu menggunakan bantalan sintetis. Material tersebut dinilai lebih tahan terhadap perubahan cuaca, memiliki usia teknis panjang, sekaligus dapat mengurangi penebangan pohon.

KAI juga memastikan pengelolaan air sisa cucian dan operasional di fasilitas perawatan sarana memenuhi baku mutu lingkungan sebelum dialirkan kembali secara aman.

Sementara itu, upaya pengurangan sampah plastik dilakukan melalui penyediaan Water Station di sejumlah stasiun utama. Penumpang dapat mengisi ulang air minum secara gratis menggunakan tumbler pribadi di Stasiun Madiun, Kertosono, Jombang, Kediri, Tulungagung, dan Blitar.

Melalui anak usaha KAI Services, KAI juga mengganti alat makan plastik konvensional di dalam kereta makan dengan wooden cutlery atau alat makan berbahan kayu yang lebih ramah lingkungan.

Tohari menambahkan, momentum Hari Ozon Sedunia menjadi pengingat bagi perusahaan dan masyarakat untuk terus berkolaborasi menjaga lingkungan. Menurutnya, penggunaan kereta api sebagai moda transportasi massal juga menjadi bagian dari upaya masyarakat dalam mengurangi emisi gas rumah kaca.

“Mari jadikan momentum Hari Ozon Sedunia 2026 ini untuk bersama-sama melangkah menuju masa depan yang lebih hijau. Perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan adalah investasi terbaik kita untuk generasi masa depan,” pungkas Tohari. (edp)

x