KEDIRI – PT Surya Dhoho Investama (SDHI) resmi mengelola Bandara Internasional Dhoho Kediri secara mandiri setelah memperoleh Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara (DJPU) Nomor KP-DJPU 216 Tahun 2020 tentang Penetapan Bandar Udara yang Dikelola oleh PT Surya Dhoho Investama serta Sertifikat Standar Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Nomor 81201089020010005 atas nama PT Surya Dhoho Investama.
Dengan diterbitkannya keputusan dan sertifikat standar tersebut, SDHI resmi menjalankan pengelolaan dan pengoperasian Bandara Internasional Dhoho Kediri sebagai Badan Usaha Bandar Udara (BUBU). Hal ini sekaligus menandai babak baru dalam pengelolaan dan pengembangan Bandara Internasional Dhoho Kediri.
Sebelumnya, pengelolaan Bandara Internasional Dhoho Kediri dilaksanakan melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO) antara PT Surya Dhoho Investama dan PT Angkasa Pura Indonesia.
Seiring berakhirnya pelaksanaan KSO dan diterbitkannya Sertifikat Standar BUBU oleh Kementerian Perhubungan kepada SDHI, pengelolaan dan pengoperasian Bandara Internasional Dhoho Kediri selanjutnya dilakukan secara mandiri oleh SDHI sebagai BUBU.
Direktur Operasi, Safety dan Pengembangan PT Surya Dhoho Investama, Okky Riana Hartadi, mengatakan diperolehnya Sertifikat Standar BUBU menjadi tonggak penting bagi SDHI dalam mengelola Bandara Internasional Dhoho Kediri secara mandiri.
“Perolehan Sertifikat Standar Badan Usaha Bandar Udara menjadi tonggak penting bagi PT Surya Dhoho Investama dalam mengelola Bandara Internasional Dhoho Kediri secara mandiri. Dengan status sebagai BUBU, kami memiliki ruang yang lebih luas untuk mengoptimalkan pengelolaan, mengembangkan layanan, merespons kebutuhan pasar dan masyarakat secara lebih cepat dan adaptif,” ujarnya.
Pengelolaan secara mandiri tersebut menjadi bagian dari langkah strategis SDHI untuk mengoptimalkan pengelolaan, meningkatkan efisiensi operasional, serta mengembangkan Bandara Internasional Dhoho Kediri secara adaptif dan berkelanjutan.
Sebagai bagian dari kawasan Selingkar Wilis, Bandara Internasional Dhoho Kediri memiliki posisi strategis dalam membuka akses dan menghubungkan berbagai potensi wilayah di Jawa Timur.
Penguatan konektivitas melalui Bandara Dhoho diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi, bisnis, dan pariwisata di wilayah sekitarnya.
“Ke depan, kami berharap Bandara Dhoho tidak hanya dipandang sebagai infrastruktur transportasi, tetapi juga merupakan bagian penting dari ekosistem aviasi serta gateway yang membuka akses dan menghubungkan berbagai potensi wilayah. Kami akan terus memperkuat konektivitas, meningkatkan kualitas layanan, serta mengembangkan potensi bisnis dan pariwisata di kawasan Selingkar Wilis dan Jawa Timur,” katanya.
Menurut dia, pertumbuhan Bandara Dhoho diharapkan dapat berjalan seiring dengan berkembangnya ekosistem aviasi dan aktivitas ekonomi sehingga memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.
Dengan status sebagai BUBU, PT Surya Dhoho Investama berkomitmen memastikan keberlangsungan operasional Bandara Internasional Dhoho Kediri dengan tetap mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kualitas pelayanan sesuai dengan regulasi yang berlaku. (mmp)




























