News

KDS Buka Pintu Kerja Sama Pengelolaan Si Jalak Harupat

Jurnalis : Marsella Maulana Piscesa

49Views

KABUPATEN BANDUNG — Pemerintah Kabupaten Bandung menyatakan dukungannya terhadap rencana pengembangan homebase PT Hangtuah Mahardika Sportive di wilayah Kabupaten Bandung. Bupati Bandung Dadang Supriatna atau KDS membuka peluang kerja sama dengan perusahaan tersebut untuk mengelola Stadion Si Jalak Harupat.

Hal tersebut disampaikan KDS dalam audiensi bersama PT Hangtuah Mahardika Sportive yang berlangsung di Kantor Bupati Bandung, Soreang, Kamis (1/10/2026). Ia menegaskan, kerja sama pengelolaan aset daerah harus dilaksanakan berdasarkan mekanisme dan ketentuan yang berlaku serta memberikan keuntungan bagi kedua pihak.

“Si Jalak Harupat belum ada pihak ketiga yang mengelola. Yang penting kita belum ada ikatan dengan siapa pun. Jadi silakan sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku,” kata KDS.

Menurut KDS, kompleks Si Jalak Harupat memiliki berbagai fasilitas olahraga yang dapat dimanfaatkan untuk sejumlah cabang olahraga. Fasilitas tersebut antara lain lapangan basket, kolam renang, bulu tangkis, tenis lapangan, dan tenis meja.

Ia menilai keterlibatan pihak ketiga dapat membantu pemerintah daerah mengoptimalkan penggunaan aset sekaligus meringankan biaya pemeliharaan fasilitas olahraga tersebut.

“Kami jujur berat di pemeliharaan. Karena itu, kami ingin memaksimalkan barang milik daerah sebagai penambahan pendapatan. Prinsipnya Pemda dan PT Hangtuah Mahardika Sportive sama-sama harus untung,” ujarnya.

Selain rencana kerja sama pengelolaan, KDS mengungkapkan Si Jalak Harupat juga tengah dipertimbangkan menjadi salah satu venue pertandingan Liga 3. Ia mengatakan telah berkomunikasi dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengenai rencana pemanfaatan stadion tersebut.

“Kemarin setelah dengan Pak Erick Thohir sudah bicara, Si Jalak Harupat lapangan sepak bolanya mungkin nanti dipakai Liga 3 dulu. Kalau Liga 3 kan nilainya lumayan,” tuturnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bandung Dicky Anugrah mengatakan sejumlah kegiatan olahraga di kawasan indoor Si Jalak Harupat akan tetap dilaksanakan. Salah satunya berupa uji coba voli antarmaster.

Dicky menjelaskan, proses kerja sama pengelolaan nantinya akan dilakukan sesuai regulasi. Pendapatan yang diperoleh dari pemanfaatan fasilitas tersebut akan menjadi bagian dari penerimaan kas daerah.

“Insyaallah dengan pemanfaatan yang bisa dilaksanakan di Kabupaten Bandung, ini bisa memberikan multiplier effect kepada sport tourism dan sport industry yang bisa kita kembangkan,” katanya.

Pemkab Bandung berharap kerja sama tersebut dapat mendorong pengelolaan Si Jalak Harupat secara lebih optimal dan profesional. Selain meningkatkan potensi pendapatan daerah, pemanfaatan fasilitas olahraga tersebut diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi sekaligus mendukung perkembangan ekosistem olahraga dan sport tourism di Kabupaten Bandung. (mmp)

x