News

KDS Dukung Pembentukan Koperasi PWRI Kabupaten Bandung, Siapkan Modal Awal Rp100 Juta

Jurnalis : Marsella Maulana Piscesa

70Views

KABUPATEN BANDUNG — Bupati Bandung Dadang Supriatna atau yang akrab disapa KDS menghadiri Sosialisasi Program Kerja 2025–2029 Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Bandung sekaligus penyerahan bantuan secara simbolis. Kegiatan tersebut berlangsung di Rumah Dinas Bupati Bandung, Selasa (6/10/2026) pagi.

Dalam kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban tersebut, KDS menyampaikan apresiasi terhadap para pensiunan PNS yang dinilainya masih aktif dan produktif dalam berbagai kegiatan.

“Pertama dan yang paling utama, tentunya kita wajib bersyukur. Saya melihat para sesepuh-sesepuh, para senior, walaupun usianya sudah di atas 80 tahun tapi saya melihat para senior masih guyub, masih kompak. Ini menandakan bahwa kalau PWRI mana ada bakal pensiun,” ujar KDS di hadapan pengurus dan anggota PWRI.

KDS juga menyatakan dukungannya terhadap rencana penataan organisasi serta pembentukan badan usaha berupa Koperasi PWRI Kabupaten Bandung periode 2025–2029 di bawah kepemimpinan Yudi Haryanto.

Sebagai bentuk dukungan, KDS berkomitmen memberikan modal awal untuk koperasi tersebut sebesar Rp100 juta setelah resmi dibentuk dan diresmikan.

“Mengenai operasionalnya silakan tunjuk yang profesional, pengusahanya. Karena kelebihan koperasi itu dari, oleh, untuk anggota. Pak Yudi, kalau nanti sudah berdiri Koperasi PWRI Kabupaten Bandung, diresmikan, modal usahanya saya langsung nyimpan simpanan awal Rp100 juta khusus untuk ini. Tapi jalankan! Untuk pasarnya enggak usah khawatir,” tegasnya.

Selain mendorong pemberdayaan para pensiunan, KDS turut menjelaskan kondisi keuangan daerah yang saat ini menghadapi tantangan akibat adanya penurunan Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari pemerintah pusat hingga Rp1 triliun.

Menurutnya, TKD Kabupaten Bandung yang sebelumnya mencapai Rp3,6 triliun kini turun menjadi Rp2,6 triliun. Sementara kebutuhan untuk membayar gaji pegawai mencapai Rp2,7 triliun.

“Tapi mohon maaf belum bisa maksimal, karena TKD kita berkurang Rp1 triliun. Dari Rp3,6 triliun, TKD kita jadi Rp2,6 triliun. Sementara gaji karyawan saja sudah Rp2,7 triliun. Nah, sehingga kondisi hari ini memang untung masih ada program-program efisiensi,” ungkapnya.

Meski menghadapi keterbatasan anggaran dan harus melakukan efisiensi, KDS memastikan sejumlah program prioritas yang berkaitan dengan keumatan dan pembentukan karakter masyarakat tetap akan dipertahankan.

Salah satunya adalah program bantuan bagi guru ngaji yang memiliki anggaran sebesar Rp109 miliar per tahun.

“Terus yang kedua, guru ngaji Rp109 miliar per tahun. Walaupun TKD berkurang tapi saya janji ingin memuliakan ulama, tetap program guru ngaji mah saya berikan. Kenapa? Karena yang membentuk karakter dan akhlak anak-anak kita tuh guru ngaji,” jelas KDS. (mmp)

x