News

Distanpan Magelang Gelar Pasar Murah di Ngablak

Jurnalis : Marsella Maulana Piscesa

12Views

MAGELANG – Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Kabupaten Magelang bersama Asosiasi Champion Cabai menggelar Pasar Pangan Murah di Lapangan Cakra Buana, Desa Ngablak, Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini bertujuan menjaga ketersediaan pangan, menekan kenaikan harga kebutuhan pokok, sekaligus mendukung pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap IV Tahun 2026.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Distanpan Kabupaten Magelang, Sri Triyati Ningsih, mengatakan berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga terjangkau berkat subsidi biaya distribusi dari pemerintah.

Komoditas yang tersedia meliputi daging, beras, gula pasir, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, cabai, hingga aneka sayuran. Beras subsidi kemasan 5 kilogram dijual seharga Rp12.000 per kilogram setelah mendapat subsidi distribusi dari pemerintah provinsi sebesar Rp14.000 per kilogram. Sementara itu, minyak goreng memperoleh subsidi Rp500 per kilogram dan komoditas pangan lainnya mendapat subsidi Rp2.000 per kilogram.

Sri menjelaskan, pasar pangan murah tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk mengendalikan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung rutin dua kali dalam sebulan, sekaligus menjadi langkah antisipasi ketika harga bahan pokok mengalami kenaikan.

Dalam kegiatan tersebut, Asosiasi Champion Cabai Kabupaten Magelang turut menyediakan sekitar 500 paket berisi kombinasi cabai keriting dan cabai rawit dengan berat masing-masing paket 20 ons. Paket cabai itu dijual seharga Rp9.000 sesuai harga di tingkat petani.

Ketua Asosiasi Champion Cabai Kabupaten Magelang, Sudarno, mengatakan partisipasi tersebut bertujuan membantu menstabilkan harga cabai di tingkat konsumen. Menurutnya, harga cabai mengalami kenaikan akibat penurunan volume panen selama musim kemarau berkepanjangan.

Saat ini, harga cabai rawit merah di pasar tradisional mencapai Rp70.000 per kilogram, sedangkan cabai keriting berada di kisaran Rp65.000 per kilogram.

Pasar murah tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat sekitar dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tingginya minat pembeli membuat seluruh komoditas yang tersedia habis terjual dalam waktu kurang dari satu jam.

Salah seorang warga Dusun Toyogaten, Suyati, mengaku terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Ia membeli sejumlah kebutuhan rumah tangga, seperti beras, minyak goreng, dan telur, karena harganya dinilai lebih murah dibandingkan harga di pasaran. (mmp)

x