News

Sambut Hari Pelajar Sedunia, ICA Kediri Raya Masak 2.000 Porsi Bersama Siswa SMK

Jurnalis : Ellya Destiara Permata

40Views

KEDIRI – Menyambut Hari Pelajar Sedunia (World Students’ Day) dan Hari Cuci Tangan Sedunia, Indonesian Chef Association (ICA) Badan Pengurus Cabang (BPC) Kediri Raya bekerja sama dengan PT BLK Kediri menggelar kegiatan masak bersama sebanyak 2.000 porsi.

Kegiatan bertajuk “Satu Sekolah Sejuta Cerita, Berkarya Bersama” tersebut melibatkan para anggota BPC ICA Kediri Raya dan siswa SMK Kartanegara Wates yang mengikuti ekstrakurikuler tata boga. Kegiatan dijadwalkan berlangsung di SMK Kartanegara Wates, Kabupaten Kediri, Kamis (15/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, masakan yang dihasilkan akan diperuntukkan bagi guru, karyawan, dan para siswa. Selain memasak bersama, ICA Kediri Raya juga memberikan edukasi kepada pelajar mengenai pengolahan makanan yang tepat menggunakan bahan-bahan segar. Bahan makanan untuk kegiatan masak besar tersebut diperoleh dari anggota ICA, termasuk nanas dari Wates. Wilayah Wates dikenal sebagai salah satu daerah penghasil nanas dengan kualitas tinggi.

Ketua ICA BPC Kediri Raya, Agus Winarko, mengatakan proses persiapan dan pengolahan bahan makanan telah dimulai pada Rabu (14/10/2026) malam dengan melibatkan siswa SMK Kartanegara Wates. Menurut Agus, keterlibatan siswa tersebut berkaitan dengan penerapan kurikulum baru yang memiliki program lintas jurusan (linjur), termasuk ekstrakurikuler tata boga.

“Jadi fokus kita kemarin itu yang mengolah semuanya dari teman-teman ICA. Tetapi berhubung dari SMK Kartanegara itu ada namanya kurikulum baru, namanya linjur (lintas jurusan), nah, itu ada yang namanya ekstrakurikuler boga. Jadi besok kita akan melibatkan 2.000 siswa dari SMK Kartanegara untuk ikut dari mulai preparation sampai kita besok mengolah makanannya, kita mulai dari nanti malam,” paparnya, Rabu (14/10/2026).

Agus menambahkan, perkembangan industri kuliner di Kediri menjadi salah satu topik yang kerap dibahas para anggota ICA. Menurutnya, pertumbuhan usaha kuliner yang semakin pesat juga membuat persaingan antar pelaku usaha semakin ketat. Untuk menghadapi persaingan tersebut, ia mendorong pelaku usaha kuliner terus berinovasi dan mengikuti perkembangan tren makanan, termasuk menciptakan variasi menu yang menarik.

“Cuma kembali ke kita bagaimana kita menyiasati dengan banyaknya kompetitor. Mungkin kita akan selalu update menu, jadi kita mengikuti perkembangan kuliner. Sekarang lagi trennya mungkin ada sempol, jadi kita bikin sempol dengan variasi masing-masing, mungkin ada yang digulung atau diapa, kita untuk bersaing dengan kompetitor,” pungkasnya.

Selain itu, ICA BPC Kediri Raya juga menyoroti penggunaan bahan instan pada kuliner kekinian yang kurang sehat yang secara perlahan dapat menimbulkan penyakit seperti tumor, dan kanker. ICA BPC Kediri juga menunjukkan kepedulian kepada program pemerintah dengan mengikuti Munas di Jakarta bersama BGN untuk memberikan masukan agar program pemerintah dapat berjalan dengan lebih baik. (edp)

x