Wisata

BCA Beri Pembinaan dan  Pendampingan Masyarakat Melalui Program Mitra Bakti BCA

Jurnalis : Laylatul Desia Rohmawati

910Views

Blitar – Bertempat di Kantor Desa Semen Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar acara sarasehan pengembangan Desa Wisata Semen serta pembukaan kegiatan Pelatihan Penguatan Tata Kelola Antar Lembaga yang dilakukan oleh PT. Bank Central Asia (BCA) serta CECT Sustainbility Universitas Trisakti.

Pembinaan dan Pendampingan Desa Mitra Bakti BCA berlangsung dalam dua sesi, sarasehan pengembangan Desa Wisata Semen serta pembukaan kegiatan di sesi pertama dan Pelatihan Penguatan Tata Kelola Antar Lembaga di sesi kedua.

Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB dihadiri oleh Bupati Blitar, Rini Syarifah, Kepala Bidang Destinasi Wisata Disbudparprov Jawa Timur, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blitar, Deputi Manager CSR BCA, Nefi Astuti, Tim CECT Sustainability Universitas Trisakti, Forkopimcam Gandusari, Kepala Desa Semen, dan segenap undangan dari pengelola wisata serta pegiat pariwisata di Blitar Raya dan Perwakilan dari Generasi Pesona Indonesia (GENPI).

Disampaikan dalam sambutannya, Bupati Blitar menyampaikan bahwa keterbatasan bukanlah sebuah penghalang untuk terus berkembang. Masyarakat harus berfikir out of the box sehingga bisa memanfaatkan potensi yang ada menjadi peluang yang luar biasa.

“Seperti infrastruktur jalan yang ada di area wisata yang kurang bagus, bisa menjadi potensi untuk dibuat shuttle di rest area sehingga ada angkutan khusus menuju lokasi wisata yang akhirnya banyak warga yang terlibat langung dalam kegiatan ini.”, lanjut Bupati Blitar dalam arahannya.

Sementara dari pihak CSR BCA menyampaikan, kegiatan ini sebagai tindak lanjut pendampingan mengingat Desa Wisata Semen merupakan desa wisata yang direkomendarikan untuk dijadikan mitra BCA setelah berhasil menjadi juara 1 (satu) dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia yang diadakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tahun 2022 untuk kategori Desa Wisata Maju. “Promosi secara digital pun sudah harus dipikirkan juga agar desa wisata semen bisa lebih suistain dalam menarik wisatawan.”, imbuhnya.

Pada sesi kedua, Rio Zakarias dari Tim CECT Sustainability Universitas Trisakti sebelum memulai pelatihan tata kelola desa wisata menyampaikan bahwa Desa Wisata semen ini sudah memiliki unsur 4A komponen kepariwisataan yakni Attraction, Accesability, Amenities, dan Ancillary. Karenanya, sudah menjadi kewajiban bersama antara pihak pemerintah desa, BUMDesa, pengelola destinasi wisata dan ketua desa wisata untuk bisa bekerja sama secara transparan agar kedepannya adanya desa wisata ini bisa semakin membantu naiknya pendapatan asli desa.

Desa Wisata Semen yang terletak di ketinggian 700 mdpl ini merupakan salah satu desa yang memiliki kekayaan alam beragam sebagai daya tarik wisata. Tidak hanya itu, olahan dari buah nanas yang dikemas menjadi suvernir kuliner juga merupakan kekhasan yang menambah daya jual desa wisata ini kepada para wisatawan. Udara yang bersih dan segar bisa didapatkan saat pengunjung masuk ke desa yang mayoritas penduduknya adalah petani ini. Serta beberapa destinasi andalan Pucuk Sekawan, Kawasan Wisata Edukasi Puspa Jagad, Air Terjuan Kucur Watu, Kampung Seni Budaya Semen dan Ekowisata Arung Parang pun bisa dikunjungi dengan jalan akses yang mudah dari stasiun kereta api Wlingi ini.(ldr)

x