News

BEM FH Untag Surabaya Menanggapi Isu Hukum di Indonesia

Jurnalis: Ellya Destiara Permata

582Views

Surabaya – Bertempat di Pelataran Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya,tepatnya di selasar proklamasi telah dilaksanakan agenda Mimbar Bebas Suara Keresahan Konstitusi. Acara yang diinisiasi secara spontan oleh Ketua BEM FH, Nata Senora, dan dimandatkan kepada Kepala Biro KASTRAD, Rendy Arrofi, ini menjadi bukti nyata ketangkasan birokrasi organisasi dalam merespons dinamika politik nasional.Tiga Poin Utama catatan untuk menjadi Sejarah perjuangan BEM FH UNTAG Surabaya Dedikasi dan Kinerja Kolektif Jajaran BEM yang diprakarsai secara tiba-tiba Oleh seluruh jajaran Badan Eksekutif Mahasiswa Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang Di inisiasi oleh biro KASTRAD ( Kajian Strategis dan advokasi ) sebagai respons atas kegelisahan kondisi politik Indonesia, seluruh jajaran BEM FH menunjukkan performa luar biasa. Kinerja Sie Perlengkapan patut diapresiasi secara khusus dekorasi mimbar yang artistik dan menakjubkan berhasil menciptakan atmosfer perjuangan yang estetik, sekaligus menarik perhatian positif dari tokoh nasional yang kebetulan sedang berada di kampus UNTAG Surabaya mengisi seminar nasional. (16/4/2026)

Legitimasi Tokoh Hukum Nasional Kegiatan ini mencetak sejarah dengan kehadiran Prof. Zainal Arifin Mochtar / yang sering di kenal Prof. Uceng dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Prof. Arief Hidayat. Kehadiran kedua begawan hukum ini setelah agenda Seminar Nasional memberikan legitimasi moral dan intelektual bahwa gerakan mahasiswa UNTAG Surabaya berada pada jalur yang tepat dalam mengawal marwah hukum.

Estafet Doa dan Semangat Perjuangan Dalam sambutannya, Prof. Uceng menitipkan pesan mendalam berupa doa-doa perjuangan. Beliau menegaskan bahwa mahasiswa adalah benteng terakhir demokrasi. Pesan ini diserap sebagai amanah bagi BEM FH UNTAG SURABAYA untuk konsisten meneruskan estafet perjuangan demi keadilan di Indonesia.

Ditutup dengan aksi simbolis 1000 lilin menambahkan nuansa khidmat dalam Acara mimbar bebas yang berusaha mengingatkan kembali atas jasa-jasa para aktivis HAM yang telah menyuarakan demokrasi di negeri ini. Dengan harapan rakyat dapat selalu ingat bahwa kita harus selalu menjaga bara api keadilan tidak akan pernah padam. (edp)

x