News

Dari Benang Jadi Karya, Warga Binaan Lapas Kediri Belajar Merajut

Jurnalis : Ellya Destiara Permata

65Views

KEDIRI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kediri terus memperkuat pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui pelatihan keterampilan bernilai ekonomi. Bekerja sama dengan PT Arta Jayandra Perkasa, Lapas Kediri menggelar pelatihan merajut bagi warga binaan, Sabtu (26/9).

Pelatihan tersebut diikuti 14 warga binaan, terdiri dari tujuh perempuan dan tujuh laki-laki. Peserta tidak hanya mempelajari teknik dasar merajut, tetapi juga diarahkan memahami standar produksi, mulai dari teknik, presisi pola, kerapian, hingga kualitas akhir produk.

Kegiatan dilaksanakan rutin setiap minggu dengan pendampingan langsung dari Manda Handayani, pemilik sekaligus CEO usaha kerajinan rajut. Pemateri didatangkan dari Solo untuk memberikan bimbingan secara detail hingga warga binaan mampu menghasilkan produk yang layak jual.

Hasil pelatihan juga telah masuk dalam rantai produksi perusahaan. Sepanjang bulan ini, Lapas Kediri telah mengirimkan puluhan hasil rajutan, seperti tas, dompet, boneka, dan berbagai produk kerajinan lainnya ke Solo untuk diproses lebih lanjut oleh PT Arta Jayandra Perkasa.

Selain menjadi sarana pembelajaran, kegiatan tersebut membuka peluang bagi warga binaan memperoleh premi atau upah dari hasil karya yang memenuhi standar produksi. Hal ini menjadi bagian dari upaya menumbuhkan budaya kerja produktif sekaligus memberikan penghargaan atas keterampilan dan hasil kerja warga binaan.

Komisaris PT Arta Jayandra Perkasa, Arja Rusli, mengatakan pelatihan tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama melalui nota kesepahaman (MoU) dengan Lapas Kediri. Menurutnya, keterampilan yang diberikan diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk terus berkarya secara berkelanjutan.

“Setiap hasil karya harus memenuhi standar produksi, mulai dari teknik dasar, presisi pola, kerapian, hingga kualitas akhir. Bagi Warga Binaan yang telah mahir dan memenuhi standar, tentu akan kami pertimbangkan untuk terus dilibatkan dalam proses produksi perusahaan,” ujarnya.

Sementara itu, Kalapas Kediri Gatot Tri Rahardjo mengatakan pembinaan kemandirian harus memberikan keterampilan yang dapat dimanfaatkan warga binaan setelah kembali ke masyarakat.

“Kami ingin setiap pelatihan tidak berhenti pada proses belajar, tetapi menjadi bekal produktif yang dapat dikembangkan setelah Warga Binaan kembali ke masyarakat,” katanya.

Gatot juga mengapresiasi PT Arta Jayandra Perkasa yang memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk belajar dengan standar produksi sekaligus menghasilkan karya bernilai ekonomi.

Melalui kolaborasi tersebut, Lapas Kediri mendorong warga binaan untuk belajar, berkarya, dan membangun kemandirian sebagai bekal positif sebelum kembali ke tengah masyarakat. (edp)

x