News

Gus Qowim Dorong Penguatan Tata Kelola Koperasi di Kediri

Jurnalis : Ellya Destiara Permata

15Views

KEDIRI – Pemerintah Kota Kediri mendorong penguatan tata kelola koperasi agar mampu berkembang secara aktif, sehat, dan berkelanjutan. Upaya tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) bertema “Penguatan Tata Kelola dan Kepatuhan untuk Mewujudkan Koperasi yang Aktif, Sehat, dan Berkelanjutan” yang dibuka Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin di Grand Surya, Senin (12/10/2026). Kegiatan ini diikuti para pengurus koperasi se-Kota Kediri.

Dalam sambutannya, Qowimuddin menegaskan bahwa koperasi merupakan bentuk semangat gotong royong yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan bersama. Menurutnya, keberhasilan koperasi tidak hanya diukur dari jumlah anggota atau skala usaha, tetapi juga dari manfaat yang diberikan kepada para anggotanya.

Ia menambahkan, kepercayaan menjadi fondasi utama dalam pengelolaan koperasi. Karena itu, setiap koperasi perlu menerapkan prinsip keterbukaan, menata administrasi dan keuangan secara tertib, serta menyampaikan perkembangan usaha kepada anggota. Salah satu bentuk pertanggungjawaban tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT).

“Berdasarkan laporan yang disampaikan Pak Ferry, dari 584 koperasi yang menjadi objek pembinaan di Kota Kediri, baru 251 koperasi yang tercatat telah melaksanakan RAT. Kondisi ini menjadi perhatian bersama agar tata kelola dan kepatuhan koperasi di Kota Kediri terus ditingkatkan,” ungkapnya.

Selain memperkuat tata kelola, Gus Qowim menyoroti potensi 46 Koperasi Kelurahan Merah Putih di Kota Kediri sebagai penggerak perekonomian masyarakat. Ia menekankan bahwa pembentukan koperasi harus disertai perencanaan usaha yang jelas agar dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Ia pun mengajak para pengurus untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat dan menggali potensi di setiap kelurahan sebagai dasar pengembangan usaha.

“Mari kita lihat kebutuhan masyarakat di masing-masing kelurahan. Kenali potensi yang ada, kemudian kembangkan usaha yang memang dibutuhkan dan bisa terus berjalan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Qowim juga mengapresiasi dukungan Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam mendorong kemitraan dan digitalisasi koperasi. Menurutnya, pemanfaatan teknologi diharapkan dapat membantu pengurus mengelola koperasi secara lebih tertib, mudah, dan transparan.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa digitalisasi harus diimbangi dengan kejujuran dan tanggung jawab. Para pengurus juga didorong untuk menjaga amanah anggota, terus belajar, berbagi pengalaman, serta melakukan pembenahan guna meningkatkan kualitas pengelolaan koperasi.

Gus Qowim turut meminta Dinas Koperasi agar terus memberikan pendampingan, terutama kepada koperasi yang masih membutuhkan pembinaan. Dengan demikian, manfaat kegiatan tersebut diharapkan dapat dirasakan secara nyata oleh para pengurus dan anggota koperasi.

“Kepada Dinas Koperasi, saya juga berharap pendampingan terus dilakukan, terutama bagi koperasi yang masih membutuhkan pembinaan. Sehingga manfaat kegiatan hari ini benar-benar bisa dirasakan. Mudah-mudahan ikhtiar kita bersama ini menjadikan koperasi di Kota Kediri semakin aktif, sehat, mandiri, dan membawa keberkahan bagi seluruh anggotanya,” pungkasnya.

Pada kegiatan tersebut, turut diserahkan voucher tabungan emas kepada perwakilan penerima. Hadir dalam acara itu Kepala Dinkop UMTK Kota Kediri M. Ferry Djatmiko, Funding & Transactions Business Deputy BSI RO 8 Surabaya Silvia Permatasari, Ketua Tim Pengawasan dan Akuntabilitas Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Syamsul Hidayat, jajaran Dinkop UMTK Kota Kediri, jajaran BSI Kediri, serta tamu undangan lainnya. (edp)

x