News

Harga Pangan di Pasar Setono Betek Masih Stabil

Jurnalis : Marsella Maulana Piscesa

73Views

KEDIRI– Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) kembali memantau harga dan ketersediaan sejumlah komoditas pangan di Pasar Setono Betek, Selasa (29/9). Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan harga sekaligus mengantisipasi potensi gejolak yang berdampak pada masyarakat.

Kepala DKPP Kota Kediri Arief Cholisudin mengatakan, secara umum harga sejumlah komoditas masih dalam kondisi landai dan berada dalam batas kewajaran. Meski terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, kondisi tersebut masih dinilai wajar.

“Kalau ada perbedaan harga, kita tidak langsung menganggap ada gejolak. Terlebih dahulu kita pantau pergerakan harganya, apakah kenaikannya terus terjadi atau hanya fluktuasi. Kalau memang ada kecenderungan naik terus, baru kita bahas bersama TPID Kota Kediri,” jelas Cholis.

Berdasarkan hasil monitoring per 29 September 2026, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga. Minyak goreng curah naik dari Rp19.650 menjadi Rp19.800 per liter, bawang merah dari Rp26.667 menjadi Rp29.000 per kilogram, bawang putih bonggol dari Rp29.333 menjadi Rp30.000 per kilogram, serta cabai rawit merah dari Rp70.000 menjadi Rp70.667 per kilogram.

Sebaliknya, sejumlah komoditas mengalami penurunan. Daging ayam ras turun dari Rp40.333 menjadi Rp39.500 per kilogram, cabai merah besar dari Rp31.333 menjadi Rp30.667 per kilogram, dan cabai merah keriting dari Rp48.000 menjadi Rp46.000 per kilogram.

Sementara itu, harga sejumlah komoditas lainnya terpantau tetap. Beras premium berada di Rp15.050 per kilogram, beras medium Rp13.183 per kilogram, gula pasir Rp17.500 per kilogram, Minyakita Rp15.700 per liter, daging sapi Rp127.500 per kilogram, telur ayam ras Rp24.833 per kilogram, serta kedelai biji impor Rp11.350 per kilogram.

Dari hasil pemantauan, beras premium menjadi salah satu komoditas yang berstatus waspada. Pemkot Kediri akan memperketat pemantauan terhadap perkembangan harganya, namun belum mengambil langkah operasi pasar.

“Untuk beras premium, statusnya waspada sehingga pemantauan akan kami perketat. Tetapi tidak langsung operasi pasar. Kami akan melihat pergerakannya beberapa hari ke depan dan membahasnya bersama TPID. Dari sana akan dikumpulkan data, termasuk penyebab kenaikan harga, kemudian baru ditentukan kebijakan yang diperlukan,” terangnya.

Pemkot Kediri juga terus berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk menjaga stabilitas harga, termasuk Perumda Pasar Joyoboyo. Selain itu, kondisi transportasi dan distribusi komoditas turut dipantau karena dapat memengaruhi harga di pasaran.

Cholis mengimbau masyarakat tetap bijak dalam berbelanja dengan membeli kebutuhan pangan sesuai keperluan dan tidak berlebihan. Imbauan tersebut sejalan dengan Surat Edaran Wali Kota Kediri tentang “Stop Boros Pangan” yang mengajak masyarakat lebih bijak dalam berbelanja dan mengonsumsi pangan agar makanan yang dibeli tidak berakhir menjadi sampah pangan. (mmp)

x