News

Hari Tani, Mas Dhito Bangun Sumur Submersible di Semua Kecamatan

Jurnalis : Marsella Maulana Piscesa

47Views

Memastikan produktivitas sektor pertanian tidak terganggu saat musim kemarau, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana terus berupaya membantu petani menjaga pengairan lahan.

Upaya tersebut dilakukan melalui penyaluran bantuan sarana infrastruktur irigasi pertanian, mulai dari sumur submersible, jaringan pipanisasi, pembangunan parit, hingga rehabilitasi jaringan irigasi tersier.

Bertepatan dengan peringatan Hari Tani Nasional 2026, Pemerintah Kabupaten Kediri secara serentak membangun 26 titik sumur submersible di 26 kecamatan. Bantuan ini diharapkan dapat membantu petani mengairi lahan dengan biaya yang lebih efisien.

“Pada tahun 2026 ini, sejak bulan April kita telah mendapatkan imbauan akan menghadapi kemarau panjang. Untuk itu, kita terus berupaya membantu petani supaya tetap bisa memperoleh air,” kata Sukadi, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri, Kamis (24/9).

Menurut Sukadi, sektor pertanian menjadi program strategis pemerintah pusat maupun Pemerintah Kabupaten Kediri. Selama kepemimpinannya, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, atau yang akrab disapa Mas Dhito, dinilai konsisten membantu memenuhi kebutuhan petani.

Berkolaborasi dengan pemerintah pusat, bantuan pertanian disalurkan kepada petani setiap tahun guna mendukung program swasembada pangan. Bantuan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian.

Sukadi menyebutkan, berdasarkan data Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri, sepanjang 2026 bantuan sumur submersible telah disalurkan kepada 451 kelompok atau gabungan kelompok tani.

“Pembangunan sumur submersible ini memang menjadi program yang sangat ditunggu petani untuk mencukupi kebutuhan air,” ungkapnya.

Dengan terjaminnya pengairan lahan, lanjut Sukadi, indeks pertanaman (IP) di Kabupaten Kediri dapat ditingkatkan satu kali masa tanam. Sebagai contoh, komoditas padi yang sebelumnya ditanam dua kali dalam setahun diharapkan dapat meningkat menjadi tiga kali tanam.

“Peningkatan indeks pertanaman ini diharapkan dapat mewujudkan apa yang menjadi cita-cita Mas Dhito untuk meningkatkan kesejahteraan petani,” tambahnya.

Upaya meningkatkan kesejahteraan petani tersebut juga tercermin dari capaian nilai tukar petani (NTP). Pada 2026, indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat kesejahteraan petani itu mencapai 122, meningkat dibandingkan capaian tahun 2025 sebesar 113,05.

Sementara itu, perwakilan Kelompok Tani Jaya, Desa Kebonrejo, Kecamatan Kepung, Gatot Sujoko, mengaku merasakan perhatian Pemerintah Kabupaten Kediri terhadap petani.

Gatot menjelaskan, wilayahnya merupakan salah satu sentra tanaman cabai. Sebelum adanya bantuan infrastruktur pengairan, petani setempat mengandalkan pembelian air menggunakan tangki saat musim kemarau, dengan biaya mencapai Rp50 ribu per meter kubik.

Untuk membantu pengairan lahan, pada 2021 Pemerintah Kabupaten Kediri memberikan bantuan pembangunan embung guna menampung air hujan. Kemudian, pada 2024, bantuan kembali diberikan melalui pembangunan Irigasi Tanah Dangkal (ITD) untuk menjaga ketersediaan pasokan air.

Namun, karena jaringan listrik belum menjangkau lokasi, petani masih harus menggunakan genset untuk menaikkan air. Meski demikian, biaya pengairan lahan dapat ditekan hingga Rp10 ribu per meter kubik.

Pada tahun berikutnya, upaya menekan biaya operasional kembali dilakukan melalui pembangunan sumur submersible serta fasilitasi program listrik masuk sawah. Dengan bantuan tersebut, cakupan lahan yang dapat diairi diharapkan meningkat dari sebelumnya 30 hektare.

“Harapan kami bisa menambah setidaknya hingga 60 hektare,” ucapnya. (mmp)

x