News

Harlah ke 65, PMII Kediri Bersinergi dan Adaktif Dalam Perkembangan Zaman

Jurnalis: Ellya Destiara Permata

159Views

Kediri – Dalam rangka memperingati Harlah PMII ke 65, Pengurus Cabang PMII Kediri menggelar kegiatan dengan tema “Generasi Hebat, Penggerak Perubahan”, di ruang Jayabaya Pemkot Kediri. Kegiatan tersebut dihadiri kader-kader, alumni, Wakil Walikota Kediri, Perwakilan Forkopimda, Majelis Dewan Kehormatan Ahmad Subakir, Ketua Majelis Cabang Zaini, Ketua GP Anshor Baihaqi, Ketua Pengurus Cabang PMII Kediri Novikha Istyana, Ketua dan Anggota Cipayung Plus, serta tamu undangan lainnya. (10/5/2025).

Dalam sambutannya, Novikha Istyana Ketua Umum PC PMII Kediri yang merupakan ketua Umum perempuan pertama dalam perjalanan sejarah PC PMII Kediri mengajak para kadernya untuk bersinergi dalam menghadapi perkembangan zaman,” semakin bersinergi, semakin adaktif, dan responsif terhadap perkembangan zaman sebagaimana take line dalam hari lahir PMII ke 65 ini”, ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin yang hadir dalam kegiatan tersebut mengajak kader-kader PMII untuk mengambil peran dalam membangun Kota Kediri Maju, Agamis, Produktif, Aman, dan Ngangeni (MAPAN), Tentu melalui berbagai program unggulan yang tercantum dalam Sapta Cita. Pertama, pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Kedua, kota yang produktif, kreatif, dan inovatif. Ketiga, D’Cito atau Kediri City Tourism. Keempat, kota yang memiliki lingkungan indah dan berkelanjutan. Kelima, kota yang _smart living._ Keenam, memiliki pemerintahan cepat tepat. Ketujuh, kota yang infrastrukturnya berkualitas. “Semua cita ini tidak mungkin terwujud tanpa oeran serta semua elemen. Termasuk sahabat-sahabat PMII. Mohon dukungan agar Mbak Wali dan saya dapat mewujudkan Kota Kediri MAPAN,” ujarnya. 

Dalam kesempatan ini, Wakil Wali Kota Kediri yang berpasangan dengan Mbak Vinanda ini menyampaikan empat isu strategis yang bisa disinergikan antara Pemkot Kediri dan PMII. Pertama, penguatan sumber daya manusia muds yang melek teknologi dan karakter bangsa. Kedua, moderasi beragama dan ketahanan sosial. Ketiga, peran alumni dalam tata kelola pemerintahan yang kolaboratif dan akuntabel. Keempat, penggerak gerakan sosial dan ekonomi kerakyatan, “Perubahan tidak akan terjadi tanpa keberanian, dan keberanian tidak akan berarti tanpa ilmu dan akhlak. Saya berharap dengan tradisi keilmuannya yang kuat PMII bisa terus menjadi garda terdepan dalam melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan. Tentunya yang berintegritas, visioner, dan berakar pada nilai-nilai luhur bangsa,” pungkasnya. (edp)

x