News

HUT GOW ke-37, Mbak Wali Ajak Perempuan Dukung Kota MAPAN

Jurnalis : Marsella Maulana Piscesa

43Views

Kediri – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-37 Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Kediri yang digelar di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, Rabu (8/7/2026). Peringatan tahun ini mengusung tema “Peran Strategis Organisasi Wanita Dalam Mendukung Kota Kediri MAPAN”.

Dalam sambutannya, Mbak Wali mengucapkan selamat ulang tahun kepada GOW Kota Kediri sekaligus mengapresiasi kontribusi organisasi tersebut dalam mendukung pembangunan daerah melalui berbagai program pemberdayaan perempuan dan kegiatan sosial.

“Selamat ulang tahun ke-37 kepada Gabungan Organisasi Wanita Kota Kediri. Saya berdoa semoga GOW Kota Kediri semakin solid, semakin maju dan semakin besar kontribusinya bagi pembangunan Kota Kediri. Terima kasih selama ini keluarga besar GOW telah melaksanakan program pemberdayaan perempuan dan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Mbak Wali menegaskan, perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan. Sesuai tema yang diangkat pada HUT GOW tahun ini, perempuan merupakan penggerak keluarga sekaligus pelopor perubahan. Perempuan hadir di hampir seluruh aspek kehidupan, mulai dari menjadi pendidik pertama di dalam keluarga, penggerak ekonomi, hingga berperan aktif di bidang kesehatan, sosial, budaya, pemerintahan, bahkan menjadi pemimpin di berbagai sektor.

Menurutnya, pembangunan tidak dapat dipisahkan dari peran perempuan. Bahkan, kualitas suatu bangsa sangat ditentukan oleh perempuan dalam membangun keluarganya karena dari tangan seorang perempuan lahir generasi penerus yang akan menentukan masa depan daerah maupun bangsa.

“Bahkan saya meyakini, kualitas suatu bangsa akan sangat ditentukan oleh perempuan dalam membangun keluarganya. Sebab dari tangan seorang perempuan lahir generasi penerus yang kelak akan menentukan masa depan daerah dan bangsa,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Mbak Wali menjelaskan bahwa perempuan saat ini tidak hanya dituntut berperan bagi orang lain, tetapi juga menghadapi tantangan besar bagi dirinya sendiri. Di satu sisi, anak-anak tumbuh di era digital yang membuat mereka cepat menguasai teknologi. Kondisi tersebut kerap berdampak pada menurunnya etika, meningkatnya pengaruh media sosial, hingga munculnya berbagai bentuk kekerasan berbasis gender, termasuk kekerasan seksual dan pelecehan di ruang digital.

Di sisi lain, masih banyak perempuan yang harus menjalani beban ganda, yakni berkarier di ruang publik sekaligus tetap memikul tanggung jawab utama dalam mengurus keluarga dan merawat anggota keluarga. Bahkan, menurutnya, perempuan kerap menerima tekanan yang sangat berat ketika melakukan kesalahan kecil dalam keluarga. Karena itu, organisasi perempuan memiliki peran penting sebagai ruang belajar, ruang saling menguatkan, sekaligus ruang melahirkan berbagai solusi atas tantangan tersebut.

Mbak Wali juga bersyukur karena hingga saat ini GOW Kota Kediri telah menghimpun 28 organisasi wanita dengan jumlah anggota hampir 19 ribu perempuan. Menurutnya, hal tersebut merupakan kekuatan sosial yang besar dan dapat menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Kediri dalam mewujudkan masyarakat yang lebih maju dan sejahtera apabila seluruh potensi tersebut bergerak bersama.

“Saya bersyukur, hingga saat ini GOW Kota Kediri telah menghimpun 28 organisasi wanita dengan jumlah anggota mencapai hampir 19 ribu perempuan. Ini merupakan kekuatan sosial yang besar. Apabila seluruh potensi tersebut bergerak bersama, saya yakin GOW akan menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Kediri dalam membangun masyarakat yang lebih maju dan sejahtera,” jelas wali kota termuda ini.

Pada kesempatan tersebut, Mbak Wali juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kediri dalam menghadirkan pembangunan yang inklusif. Hal itu tercermin dari capaian Indeks Pembangunan Gender Kota Kediri yang mencapai 94,78 serta Indeks Ketimpangan Gender sebesar 0,125 yang menjadi salah satu yang terendah di Jawa Timur.

Meski demikian, ia menilai capaian tersebut tetap menjadi pengingat bahwa masih terdapat ruang yang harus terus diperbaiki. Terlebih, angka Indeks Ketimpangan Gender tersebut lebih tinggi 0,005 dibandingkan tahun 2024. Artinya, masih ada perempuan yang menghadapi keterbatasan akses terhadap berbagai kesempatan, suara perempuan yang belum sepenuhnya terwakili, serta tantangan budaya maupun struktural yang perlu dijawab bersama.

“Saya berharap dengan adanya kegiatan ini bisa menjadi motivasi bersama untuk terus berkarya, memperkuat persatuan dan gotong-royong. Sehingga bisa meningkatkan semangat kita bersama untuk pengabdi,” imbuhnya.

Rangkaian peringatan HUT GOW ke-37 juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan serta pemotongan tumpeng sebagai wujud rasa syukur.Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Qowimuddin, Ketua Dewan Penasehat Siskawati, Penasehat GOW, Ketua Umum GOW Faiqoh A.M. Qowimuddin, jajaran Pemerintah Kota Kediri, para ketua organisasi wanita se-Kota Kediri, serta tamu undangan lainnya. (mmp)

x