Kediri – Panggung panjat tebing dunia baru saja menyaksikan ketangguhan atlet asal Kota Kediri, Putra Tri Ramadani. Pemuda yang akrab disapa Srondeng ini sukses mengharumkan nama bangsa setelah membawa pulang medali emas dari World Climbing Series Praha 2026 serta medali perunggu dari World Climbing Series Chamonix 2026 di Prancis. Meski baru saja meraih pencapaian gemilang di Eropa, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya ini menegaskan enggan berpuas diri. Target besar berikutnya sudah berada dalam bidikannya.
Saat ditemui di sela-sela kepulangannya ke kampung halaman, Putra mengungkapkan bahwa fokus utamanya kini adalah mempersiapkan diri menghadapi kompetisi multievent terbesar di Asia yang akan berlangsung dalam waktu dekat, “Target terdekat saya adalah meraih medali emas pada Asian Games di Jepang akhir September nanti. Setelah pulang ke Kediri, saya harus segera kembali ke Bekasi untuk menjalani Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas). Sedangkan untuk mimpi jangka panjang, saya bertekad bisa menembus Olimpiade Los Angeles 2028,” ujar Putra mantap. (16/7/2026)
Bicara soal peta persaingan di level Asia, Putra memetakan kekuatan dari negara-negara macan Asia seperti China, Korea Selatan, dan tuan rumah Jepang sebagai tantangan terberatnya. Ia juga berbagi analisis teknis mengenai titik krusial dalam setiap kejuaraan, “Fase paling krusial dan menantang itu biasanya ada di babak semifinal. Di tahap itu, tingkat kesulitan jalur pemanjatan (route) melonjak drastis, sehingga butuh fokus penuh,” jelasnya.
Selain fokus pada karier personalnya, Putra juga menyempatkan diri menyapa dan memotivasi para pemanjat tebing muda di Kota Kediri. Namun, ia memberikan catatan kritis terkait infrastruktur latihan di daerahnya yang dinilai butuh peremajaan demi keselamatan para atlet, “Karena panjat tebing ini olahraga ekstrem dengan risiko tinggi, aspek keselamatan (safety) harus jadi prioritas utama. Saya sangat berharap fasilitas dinding panjat di Kota Kediri bisa segera diperbaiki agar adik-adik atlet di sini bisa berlatih dengan lebih aman dan makin bersemangat,” harap Putra.
Masukan berharga dari sang juara dunia langsung direspons positif oleh KONI Kota Kediri. Wakil Sekretaris Umum KONI Kota Kediri, Sri Wibowo, memastikan bahwa peningkatan standar keamanan fasilitas panjat tebing lokal telah masuk dalam agenda utama tahun ini, “Kami langsung bergerak cepat. Saat ini kami telah memesan papan fiber modern untuk mengganti 11 panel papan kategori lead yang selama ini masih menggunakan material kayu. Langkah ini kami ambil untuk memastikan sarana latihan di Kediri memenuhi standar kelayakan dan keamanan tinggi,” terang Sri Wibowo.
Di sisi lain, Ketua KONI Kota Kediri, Eko Agus Koko, memandang kesuksesan Putra merupakan buah manis dari konsistensi program pembinaan usia dini yang mereka canangkan melalui Pemusatan Latihan Kota (Puslatkot), “Putra adalah produk nyata dari sistem berjenjang Puslatkot. Program pembibitan sejak dini ini terbukti efektif mencetak atlet tangguh yang mampu berbicara banyak, mulai dari level Porprov, PON, hingga panggung internasional seperti yang ditunjukkan Putra. Semoga ini memicu motivasi atlet-atlet muda lainnya untuk berani bermimpi setinggi langit,” papar Koko.
Untuk diketahui, Sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan keras Putra di kancah global, Pemerintah Kota Kediri mengundang sang atlet ke Balai Kota Kediri pada Kamis (16/7/2026). Dalam pertemuan hangat tersebut, Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, bersama pengurus KONI menyerahkan secara langsung bonus apresiasi senilai Rp10 juta kepada Putra. Vinanda mengungkapkan rasa bangga yang luar biasa atas dedikasi pemuda asli Kediri tersebut. (edp)




























