News

KDS Gandeng Ahli Gizi Percepat Penurunan Stunting di Kabupaten Bandung

Jurnalis : Marsella Maulana Piscesa

7Views

SOREANG – Bupati Bandung Dadang Supriatna menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Bandung. Upaya tersebut dinilai tidak bisa hanya bertumpu pada sektor kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan keluarga, lembaga pendidikan, serta dukungan terhadap ketersediaan pangan bergizi dan sanitasi yang memadai.

Pesan tersebut disampaikan Dadang Supriatna, yang akrab disapa Kang Dadang Supriatna (KDS), saat menghadiri pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Kabupaten Bandung periode 2026–2031 di Gedung Mohamad Toha, Soreang, Sabtu (10/10/2026).

Menurut KDS, penanganan stunting harus menjadi tanggung jawab bersama melalui koordinasi berbagai pihak. Ia menegaskan, peran Dinas Kesehatan perlu didukung oleh sektor lain agar upaya pencegahan dan penanganan stunting dapat berjalan lebih efektif.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kabupaten Bandung pada 2024 tercatat sebesar 24,1 persen. KDS mengingatkan bahwa stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berpengaruh terhadap perkembangan, kemampuan belajar, dan kualitas sumber daya manusia pada masa mendatang.

Untuk itu, ia mendorong PERSAGI agar semakin aktif berkontribusi melalui edukasi gizi kepada masyarakat, pendampingan keluarga yang berisiko mengalami stunting, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta pemanfaatan data sebagai dasar penentuan intervensi yang sesuai dengan kebutuhan sasaran.

Selain persoalan gizi, KDS turut menekankan pentingnya keamanan pangan dalam mendukung kesehatan masyarakat. Menurutnya, makanan yang dapat mengenyangkan belum tentu mampu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Begitu pula makanan dengan tampilan menarik, yang belum tentu terjamin keamanan dan kelayakannya untuk dikonsumsi.

Ia meminta edukasi mengenai pangan sehat dan bergizi diperluas ke berbagai lingkungan, mulai dari keluarga, sekolah, pesantren, dan rumah sakit hingga kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

KDS juga mengharapkan kolaborasi antara pemerintah daerah, PERSAGI, puskesmas, posyandu, institusi pendidikan, dan pelaku usaha diwujudkan melalui program yang konkret, terukur, serta berkelanjutan. Di samping itu, pemanfaatan pangan lokal perlu dioptimalkan sebagai alternatif sumber makanan bergizi yang terjangkau dan mudah diperoleh masyarakat.

Sementara itu, Ketua DPC PERSAGI Kabupaten Bandung periode 2021–2026, Haris Nurdiana Sofyan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota yang telah mendukung pelaksanaan program dan penguatan organisasi selama masa kepemimpinannya.

Haris juga menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan dalam pelaksanaan program maupun komunikasi selama menjalankan tugas. Ia menegaskan, pergantian kepemimpinan tidak seharusnya menjadi penghalang bagi para ahli gizi untuk terus berkontribusi terhadap perkembangan profesi dan peningkatan kesehatan masyarakat.

Ia berharap kepengurusan DPC PERSAGI Kabupaten Bandung periode 2026–2031 dapat meneruskan program-program yang telah berjalan, meningkatkan kompetensi anggota, mempererat solidaritas antarprofesi, serta memperluas peran organisasi dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat di Kabupaten Bandung. (mmp)

x