Jakarta – Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) RI Gunawan Suswantoro mewakili Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menghadiri pembukaan Kejuaraan Pencak Silat CNN Indonesia Tingkat Nasional Piala Presiden 2026 di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur, Jumat (26/06) sore.Dalam sambutannya, Sesmenpora Gunawan mengapresiasi CNN Indonesia bersama Pengurus Besar (PB) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) yang telah menyelenggarakan kejuaraan tersebut. Menurutnya, penyelenggaraan ajang ini menjadi bagian dari upaya melestarikan sekaligus memperkenalkan pencak silat sebagai olahraga dan budaya asli Indonesia.“Pencak silat ini adalah budaya bangsa Indonesia. Cabang olahraga yang murni berasal dari budaya bangsa kita adalah pencak silat. Ini yang harus kita hidupkan, ini yang harus kita sosialisasikan, agar bisa mendunia,” ujar Sesmenpora Gunawan.Sesmenpora juga meminta jajaran PB IPSI memberikan perhatian terhadap pengembangan pencak silat. Menurutnya, pencak silat tidak hanya harus berkembang sebagai olahraga prestasi, tetapi juga perlu didorong menjadi industri olahraga nasional sebagaimana taekwondo di Korea Selatan.“Taekwondo di sana (Korea Selatan, Red.) bukan hanya sekadar cabang olahraga prestasi, tetapi bisa menjadi industri olahraga, bisa menghasilkan uang. Saya ingin pencak silat ini juga bisa menjadi industri olahraga,” sebut Sesmenpora Gunawan.Lebih lanjut, Sesmenpora menjelaskan salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menghadirkan pertunjukan pencak silat yang dipadukan dengan seni dan budaya. Dengan koreografi serta alur cerita yang menarik, pertunjukan tersebut dapat ditampilkan di berbagai destinasi wisata Indonesia yang telah dikenal dunia.“Contohnya di Dieng, di situ ada kegiatan potong rambut gimbal setiap bulan Juli atau Agustus, yang disaksikan para penonton dari berbagai penjuru dunia. Bisa dipromosikan di sana, mungkin juga dipromosikan di Prambanan, Borobudur, Mandalika, dan sebagainya. Karena pencak silat ini penting untuk kita jadikan industri olahraga,” jelas Sesmenpora Gunawan.Menurut Sesmenpora, langkah tersebut juga akan membuka peluang bagi para atlet untuk memperoleh penghasilan, selain terus mengembangkan kemampuan teknik pencak silat. Karena itu, pemerintah melalui Kemenpora terus mendorong bela diri asli Indonesia tersebut agar berkembang menjadi olahraga yang semakin masif sekaligus menjadi industri olahraga.Dalam upaya memasyarakatkan pencak silat, Kemenpora juga terus mendorong agar cabang olahraga tersebut dapat dipertandingkan di Olimpiade. Sesmenpora menyampaikan bahwa mulai tahun 2026 telah dilaksanakan Roadshow to Olympic 2032 sebagai bagian dari upaya membawa pencak silat ke ajang olahraga terbesar di dunia tersebut.Menurut Sesmenpora Gunawan, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi agar pencak silat dapat masuk Olimpiade, salah satunya olahraga ini harus telah berkembang di lima benua dan 130 negara.“Artinya hampir di seluruh dunia ini wajib ada pencak silat. Strategi yang kita lakukan adalah kita memberikan sosialisasi kepada para duta besar, para konsul jenderal di seluruh dunia agar pencak silat itu ada dan berada di negara tersebut,” paparnya.“Roadshow ini sudah kita mulai, tetapi memang belum masif. Harapan saya mulai 2026 ini kita bisa roadshow untuk memperkenalkan pencak silat itu menjadi cabang olahraga yang akan dipertandingkan di olimpiade,” imbuh Sesmenpora Gunawan.Pada kesempatan tersebut, Sesmenpora juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua atlet yang telah memberikan dukungan kepada putra-putrinya untuk menekuni pencak silat. Menurutnya, apabila para atlet mulai fokus sejak dini, mereka akan memiliki peluang besar meraih prestasi ketika pencak silat nantinya dipertandingkan di Olimpiade.“Mari kita berikan semangat untuk anak-anak kita. Pesan saya kepada para orang tua atlet, yakin saja bahwa pencak silat ini akan mendunia dan bahkan bisa menjadi industri olahraga. Insyaallah 2032 kita akan masuk ke tingkat dunia,” tegas Sesmenpora.Pembukaan kejuaraan ditandai dengan pemukulan gong oleh Komandan Kodiklat TNI AD Letjen TNI Mohamad Hasan, disaksikan Sesmenpora Gunawan, Direktur Utama CNN Indonesia Titin Rosmasari, jajaran PB IPSI, serta para sponsor. Sebanyak 2.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti kejuaraan yang berlangsung hingga Minggu (28/06). (mmp)




























