News

Kemensos Perkuat Dukungan Guru Sekolah Rakyat Sumedang

Jurnalis : Marsella Maulana Piscesa

75Views

SUMEDANG – Kementerian Sosial (Kemensos) terus memperkuat penyelenggaraan Sekolah Rakyat, salah satunya dengan memastikan ketersediaan guru dan tenaga kependidikan untuk mendukung proses pendidikan siswa.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik di Sekolah Rakyat Terintegrasi I Sumedang akan dilakukan bersama pemerintah daerah. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Dialog Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi I di Desa Keboncau, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (1/10/2026).

Sekolah Rakyat Terintegrasi I Sumedang saat ini menampung 501 siswa. Menurut Saifullah, pemerintah daerah diharapkan turut membantu memenuhi kebutuhan sekolah yang masih belum sepenuhnya tersedia, termasuk guru dan tenaga kependidikan.

“Insya Allah kita akan bekerja sama dengan Pak Bupati untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan yang masih diperlukan. Misalnya kecukupan guru dan tenaga kependidikan lainnya. Karena itu, saya meminta dukungan dari Pak Bupati,” ujar Saifullah.

Dukungan daerah, lanjut dia, juga diperlukan untuk menunjang operasional sekolah. Kebutuhan tersebut antara lain tenaga kebersihan dan petugas yang menangani pengelolaan sampah.

“Selain itu, kami juga minta bantuan unsur TNI dan Polri dapat ikut mendukung pembentukan kedisiplinan siswa selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat,” ucapnya.

Saifullah menekankan bahwa siswa Sekolah Rakyat memiliki kondisi dan latar belakang yang beragam. Sebagian di antaranya membutuhkan perhatian lebih karena memiliki pengalaman, termasuk menjadi korban kekerasan.

Karena itu, menurut dia, aspek kesehatan dan perkembangan mental siswa perlu menjadi perhatian seluruh pihak yang terlibat dalam proses pendidikan.

“Ini adalah siswa dengan kebutuhan yang beragam. Karena itu, kebersamaan seluruh pihak di sekolah, termasuk tenaga kependidikan, sangat diperlukan. Mereka harus bekerja dengan empati dan hati karena anak-anak ini membutuhkan perhatian yang khusus,” katanya.

Penyelenggaraan Sekolah Rakyat, kata Saifullah, tidak sebatas memberikan pembelajaran akademik. Pendidikan juga diarahkan untuk membangun karakter dan kedisiplinan sekaligus memberikan pendampingan selama siswa menjalani kehidupan di lingkungan sekolah.

“Sekolah Rakyat disiapkan untuk jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA dengan sistem berasrama. Selain ruang pembelajaran, fasilitas pendukung yang disediakan meliputi tempat ibadah, laboratorium, perpustakaan, sarana olahraga, serta berbagai fasilitas untuk menunjang kegiatan pendidikan,” ungkapnya.

Dalam sistem tersebut, siswa akan mendapatkan pendampingan dari kepala sekolah, guru, wali asrama, wali asuh, serta tenaga pendukung lainnya. Peran mereka tidak hanya berkaitan dengan kegiatan belajar, tetapi juga kebutuhan siswa selama tinggal di asrama.

Saifullah turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Sumedang terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Dukungan tersebut telah diberikan sejak tahap rintisan hingga pembangunan fasilitas permanen.

“Gedung permanen Sekolah Rakyat Terintegrasi I Sumedang kini berada dalam tahap penyelesaian akhir atau finishing. Kompleks tersebut dibangun di atas lahan seluas sekitar 7,2 hektare,” ujarnya.

Menurut Saifullah, Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menangani kemiskinan secara lebih terpadu. Program tersebut tidak hanya memberikan akses pendidikan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kemandirian keluarga mereka.

Intervensi bagi keluarga siswa dapat mencakup pemberdayaan ekonomi, pembangunan maupun perbaikan rumah tidak layak huni, serta bantuan sosial, termasuk melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Dengan pendekatan tersebut, pemerintah menargetkan pendidikan anak dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kondisi sosial dan ekonomi keluarganya.

“Harapannya, ketika anaknya lulus sekolah, keluarganya juga sudah semakin mandiri dan tidak lagi bergantung pada bantuan sosial. Jadi, pengentasan kemiskinan dapat berlangsung secara berkelanjutan, antara pendidikan anak dan pemberdayaan keluarganya,” pungkasnya. (mmp)

x