News

Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, Daop 7 Madiun Layani 33.994 Pelanggan

Jurnalis: Ellya Destiara Permata

119Views

Madiun – Tren pergerakan masyarakat pada momen libur panjang (long weekend) Peringatan Kenaikan Yesus Kristus di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatatkan angka yang cukup tinggi. Hingga, volume pengguna Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) di area tersebut masih menunjukkan grafik yang signifikan. (15/5/2026)

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengonfirmasi bahwa berdasarkan data per Kamis (14/5/2026), sebanyak 15.613 penumpang tercatat melakukan aktivitas naik dan turun di stasiun-stasiun jajaran Daop 7 Madiun, “Memasuki masa libur panjang ini, volume pelanggan di Daop 7 Madiun menyentuh angka 15.613 orang. Pantauan data teranyar pada Jumat (15/5/2026) pukul 08.00 WIB memperinci, jumlah tersebut terdiri atas 8.368 pelanggan yang tiba dan 7.245 pelanggan yang berangkat,” jelas Tohari.

Jika diakumulasikan sepanjang periode Rabu (13/5/2026) hingga Kamis (14/5/2026), KAI Daop 7 Madiun telah melayani total 33.994 pelanggan. Angka ini mencakup 15.886 penumpang keberangkatan dan 18.108 penumpang yang tiba. Adapun untuk keberangkatan pada hari Jumat ini, posisi penumpang sementara berada di angka 4.000-an dan diproyeksikan terus bergerak naik seiring dibukanya layanan tiket go show hingga tengah malam nanti.

Menurut Tohari, lonjakan ini dipicu oleh tingginya ekspektasi dan kepercayaan publik terhadap aspek kenyamanan, keamanan, serta ketepatan waktu kereta api. Faktor lain yang mendongkrak minat masyarakat adalah langkah peremajaan armada operasional, “Sebagai wujud komitmen peningkatan layanan, sejak 15 April 2026, Daop 7 Madiun resmi mengoperasikan armada Stainless Steel New Generation pada KA Bangunkarta (Jombang – Pasarsenen PP) dan KA Singasari (Blitar – Pasarsenen PP). Inovasi ini direspons sangat baik karena menyuguhkan sensasi perjalanan yang lebih premium,” urainya.

Guna menjaga kelancaran operasional selama libur panjang, KAI Daop 7 Madiun terus memperketat pengawasan di sektor sarana, prasarana, fasilitas stasiun, hingga jaminan keselamatan perjalanan, “Kami mengingatkan para pelanggan agar jeli melihat jadwal keberangkatan dan memperhitungkan estimasi waktu menuju stasiun demi menghindari keterlambatan akibat potensi kepadatan arus jalan raya. Selain itu, aspek keamanan barang bawaan juga wajib diperhatikan secara mandiri agar perjalanan liburan ini berjalan aman, tertib, dan lancar,” pungkas Tohari. (edp)

x