News

Mas Dhito Kukuhkan 75 Paskibraka Kabupaten Kediri

Jurnalis : Ellya Destiara Permata

112Views

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengukuhkan 75 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kediri di Pendopo Panjalu Jayati, Kamis (13/8/2026). Mereka akan bertugas pada Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Canda Bhirawa, Pare, 17 Agustus mendatang.

Dalam sambutannya, Mas Dhito berpesan agar para Paskibraka menjadi teladan bagi generasi muda sekaligus menjaga dan mewariskan nilai-nilai Ideologi Pancasila kepada generasi penerus.

“Harus terus mewarisi ideologi Pancasila, dan mewariskan ke adik-adiknya,” kata Mas Dhito usai pengukuhan yang turut dihadiri Wakil Bupati Kediri Dewi Maria Ulfa, jajaran Forkopimda, serta orang tua anggota Paskibraka.

Menurut Mas Dhito, para anggota Paskibraka merupakan pelajar terbaik yang telah melalui proses seleksi ketat. Karena itu, mereka diharapkan mampu memberikan contoh melalui berbagai kegiatan positif dan produktif di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Mas Dhito juga kembali mengingatkan pentingnya mencegah perundungan (bullying) dan dispensasi pernikahan dini. Menurutnya, penyelesaian persoalan tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, dan orang tua.

“Tidak bisa hanya pemerintah kabupaten, tapi juga peran serta orang tua,” ujarnya.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Kediri, Yuli Marwantoko, menjelaskan sebanyak 900 calon Paskibraka mengikuti tahapan seleksi mulai administrasi hingga pantukhir. Dari jumlah tersebut, terpilih 77 orang, dengan rincian 75 bertugas di tingkat kabupaten dan dua lainnya mewakili Kabupaten Kediri mengikuti pemusatan latihan Paskibraka tingkat Provinsi Jawa Timur.

“Yang dua harus berangkat ke provinsi untuk mengikuti pemusatan tingkat provinsi,” terang Yuli.

Usai dikukuhkan, seluruh anggota Paskibraka masih menjalani rangkaian latihan hingga H-1 pelaksanaan upacara. Latihan difokuskan pada pemantapan formasi, termasuk penyesuaian tata letak tiang bendera yang tahun ini mengikuti standar pelaksanaan upacara di Istana Negara.

“Akan kita lanjutkan sampai hari Minggu untuk geladi kotor dan bersih,” pungkas Yuli. (Adv/Kom)

x