News

Menteri PPPA Apresiasi Kemandirian Pangan dan Inovasi Kader PKK di Desa Tertek

Jurnalis: Ellya Destiara Permata

61Views

Kediri – Kawasan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Jalan Stroberi, Dusun Jombangan, Desa Tertek, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, berhasil menarik perhatian pemerintah pusat. P2L yang telah dikelola selama belasan tahun ini menjadi bukti nyata keberhasilan pemerintah daerah dalam membina kelompok dasa wisma melalui program PKK. Program ini sukses mengoptimalkan pekarangan rumah menjadi sumber pangan keluarga sekaligus pendorong ekonomi warga lokal melalui penjualan hasil panen.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, meninjau langsung lokasi tersebut pada Minggu (21/6) sore. Dalam kunjungan ini, Menteri Arifah didampingi oleh Ketua TP PKK Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito (Mbak Cicha), dan Wakil Bupati, Dewi Mariya Ulfa.

Selain meninjau aneka tanaman pangan organik, Menteri PPPA juga mengapresiasi integrasi budi daya ikan dan ayam sebagai pemenuh kebutuhan protein, yang pakannya diproduksi mandiri melalui budi daya maggot, “Dua hari lalu saya mengunjungi Desa Cikalang di Kota Tasikmalaya yang serupa dengan ini. Namun, di sini jauh lebih lengkap karena jenis tanamannya lebih bervariasi,” ujar Menteri Arifah.

Ia menambahkan bahwa inisiatif warga dalam memenuhi kebutuhan pangan bergizi ini sejalan dengan program nasional percepatan penurunan stunting. Keberhasilan ini dinilai tidak lepas dari tingginya partisipasi masyarakat, termasuk dalam menyukseskan program Kemping Asik (Kader Pendamping ASI Eksklusif) yang diinisiasi oleh Mbak Cicha, “Konsep di Desa Tertek ini patut menjadi percontohan bagi desa-desa lain. Inilah esensi dari arahan Presiden, di mana setiap desa mampu berdaya dan kuat dari potensinya sendiri,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Sinar Gemilang, Ismiati, mengungkapkan bahwa keberadaan P2L membuat anggotanya kini mandiri pangan, bahkan bisa saling barter hasil panen, “Kuncinya adalah kekompakan dan kebersamaan. Selain dikonsumsi sendiri, sayuran di sini juga dijual dalam bentuk segar maupun produk olahan kreatif, seperti peyek, puding, dan jus dari bayam brazil,” pungkas Ismiati. (edp)

x