News

Munas NU 2026 Kediri: Gus Hery Azumi Nyatakan Siap Maju dan Bawa Visi Teknologi untuk NU

Jurnalis: Ellya Destiara Permata

181Views

Kediri – Sebagai wujud apresiasi digelarnya Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2026 di kawasan pondok Al Falah Prolos, Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri, Gus Hery Haryanto Azumi menerbitkan buku yanh berisi pemikirannya tentang Manavigasi Kebangkitan Baru NU 2026-2126. Pada buku yang ditulis oleh Samsul Maurif. (21/06/2026)

Laki-laki yang biasa disapa Gus Heri ini merupakan mantan Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) periode 2005-2007 itu secara terbuka menyatakan kesiapannya apabila mendapatkan amanah dari para kiai dan warga Nahdliyin, “saya sebagai bagian dari anak muda NU yang tadi diminta oleh para senior, diminta oleh para kiyai untuk berani berikhtiar sebagai tanda bahwa di NU ada generasi-generasi baru yang selalu siap untuk mengantisipasi, untuk menjawab apapun tantangan yang ada”, ujarnya.

Dalam pencalonannya ini, Gus Hery akan mengangkat tema tentang interaksi NU dengan dunia teknologi, yang lebih berorientasi pada pendidikan, kesehatan, agar peran-peran NU dapat dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Perubahan-perubahan tersebut akan dimulai dari Jawa Timur karena Jawa Timur merupakan tempat lahirnya NU, “kita ingin mengangkat tema berubahan itu dari Jawa Timur, karena Jawa Timur itu adalah tempat lahirnya NU, mudah-mudahan dengan isu kebangkitan baru NU itu kita mulai dari Jawa Timur untuk NU, organisasi nasional yang berdampak tidak hanya bagi NU sendiri, tetapi juga untuk bangsa dan negara”, tambahnya.

Sementara itu, penulis buku, Samsul Muarif menyampaikan pendapatnya tentang Gus Hery yang merupakan kader NU yang memiliki keuanggulan dalam berbagai bidang, “Memasuki abad kedua NU, 100 tahun yang akan datang, NU memerlukan generasi penerus sekwalitas Gus Hery, bukan hanya berakar dari tradisi pesantren tetapi yang juga sudah masuk ke kancah internasional. Gus Hery dengan kapasitasnya yang mumpuni, yang menguasai dunia ekonomi, sosial, politik, geopolitik, ditambah networdnya yang sangat luar biasa, ini akan menjadi suatu kelebihan NU”, tuturnya.

Dalam kegiatan bedah buku tersebut, sejumlah tokoh dan alumni PMII turut memberikan pandangan mengenai pentingnya regenerasi kepemimpinan di lingkungan NU. Penulis buku sekaligus cendekiawan NU, Samsul Muarif, menilai Hery Haryanto Azumi merupakan salah satu representasi intelektual muda Nahdlatul Ulama yang mampu menghubungkan tradisi pesantren dengan dinamika global yang terus berkembang. (edp)

x