News

Pasporia di CFD Jombang: Inovasi Jemput Bola Imigrasi Kediri yang Banjir Peminat

Jurnalis: Ellya Destiara Permata

82Views

Jombang – Dalam upaya memangkas jarak dan mempermudah akses layanan keimigrasian bagi masyarakat luas, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kediri sukses menggelar inovasi layanan jemput bola bertajuk Layanan khusus ini dilaksanakan di tengah kemeriahan Car Free Day (CFD) yang berpusat di halaman depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang pada Minggu (21/6).

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kediri, Antonius Frizky Saniscara Cahya Putra, menegaskan bahwa agenda ini merupakan manifestasi nyata dari komitmen Korps Imigrasi dalam menyajikan pelayanan prima yang adaptif. Layanan ini menjadi solusi strategis bagi masyarakat yang kerap terkendala waktu pada hari kerja, “Ini adalah wujud konkret dari semangat ‘Imigrasi untuk Rakyat’, di mana kami hadir langsung di tengah ruang publik demi memberikan kemudahan mutlak bagi masyarakat,” ujar Antonius.

Geliat antusiasme warga Jombang sudah terasa sejak fajar menyingsing. Demi memberikan pelayanan optimal, tim Imigrasi Kediri bahkan sudah bersiaga di lokasi sejak pukul 05.00 WIB. Sebelumnya, pihak imigrasi telah membuka kuota kuota khusus sebanyak 50 permohonan yang dapat diakses melalui situs web resmi.
Antonius merinci, dari kuota yang disediakan, respon masyarakat sangat positif dengan tercatatnya 49 pendaftar online, “Pada hari pelaksanaan, petugas di lapangan berhasil memproses dan melayani 44 pemohon paspor dengan aman dan lancar. Sementara itu, 5 pemohon lainnya tercatat tidak hadir di lokasi,” jelasnya secara detail. Layanan Pasporia ini sendiri rampung pada pukul 10.00 WIB seiring berakhurnya aktivitas CFD.

Tidak sekadar melayani pembuatan paspor, kehadiran petugas Imigrasi Kediri di area CFD juga dimanfaatkan sebagai momentum edukasi publik secara proaktif. Di sela-sela pelayanan, petugas bergerak aktif membagikan brosur panduan penggunaan aplikasi M-Paspor guna mendorong digitalisasi layanan.

Selain itu, sejalan dengan program kerja Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, petugas juga gencar melakukan sosialisasi pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Guna memantik kedekatan dengan warga, edukasi ini diselingi dengan pembagian suvenir menarik berupa gantungan kunci dan stiker khas Imigrasi, merujuk pada arahan Humas Direktorat Jenderal Imigrasi.

Dampak positif dari layanan ini langsung menuai respons hangat. Berdasarkan testimoni di lapangan, sejumlah warga Jombang berharap program Pasporia ini tidak berhenti sampai di sini, melainkan bisa digelar kembali secara berkala pada agenda CFD Pemkab Jombang di minggu-minggu mendatang.

Melihat respons yang begitu masif, Antonius menyampaikan rasa terima kasih dan harapannya untuk masa depan program ini, “Pelaksanaan Pasporia hari ini berjalan sangat kondusif dan mendapat sambutan yang luar biasa. Kami berharap eskalasi positif ini dapat memicu keberlanjutan program serupa di berbagai kesempatan mendatang, sehingga masyarakat semakin mudah merengkuh layanan keimigrasian terbaik,” pungkasnya.

Kantor Imigrasi Kediri kembali menegaskan bahwa gerakan jemput bola ini tidak hanya berorientasi pada kemudahan akses di hari libur, tetapi juga mengedepankan prinsip pelayanan yang profesional, humanis, dan berbasis kebutuhan riil masyarakat demi mewujudkan pelayanan publik yang prima dan berkelanjutan.(edp)

x