News

Pemkot Kediri Ajak Warga Waspadai ISPA dan Influenza Tipe A

Jurnalis : Marsella Maulana Piscesa

63Views

KEDIRI — Pemerintah Kota Kediri kembali menggelar Webinar Lentera Mapan Seri 14 dengan tema “Influenza dan ISPA: Kenali, Waspadai, Lindungi Kesehatan Bersama”, Selasa (6/10). Kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengenali gejala, kelompok rentan, serta langkah pencegahan penyakit infeksi saluran pernapasan.

Dokter konsultan Sobat Dokter Kota Kediri, dr. Enrico Kuswahyuliawan, menjelaskan bahwa influenza memiliki beberapa tipe dan saat ini influenza tipe A tengah menjadi perhatian. Sementara itu, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan kelompok penyakit yang menyerang saluran pernapasan.

“ISPA itu merupakan suatu kelompok penyakit, bukan hanya satu penyakit. Sedangkan influenza tipe A merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan menjadi salah satu bagian dari ISPA. Jadi, kalau menderita ISPA belum tentu menderita influenza tipe A, tetapi kalau menderita influenza tipe A sudah pasti termasuk ISPA,” jelasnya.

Menurutnya, gejala influenza dan ISPA umumnya berkaitan dengan saluran pernapasan. Namun, gejala yang dialami setiap orang dapat berbeda.

Beberapa gejala yang umum muncul antara lain demam dengan suhu di atas 37,5 derajat Celsius, batuk, pilek, hidung tersumbat, pusing, meriang, serta nyeri otot dan sendi. Dalam istilah medis, kondisi tersebut dapat disebut flu syndrome atau kumpulan gejala yang menyerupai influenza.

“Penyakit yang disebabkan virus pada dasarnya bisa sembuh dengan sendirinya apabila kondisi imun tubuh dalam keadaan baik. Tetapi, penyakit virus juga dapat berkembang menjadi lebih berat pada kelompok tertentu yang rentan,” terangnya.

Kelompok rentan tersebut meliputi usia terlalu muda maupun lanjut usia, orang dengan gangguan kekebalan tubuh seperti pasien autoimun dan HIV, penderita penyakit kronis, serta mereka yang memiliki penyakit paru-paru seperti asma. Masyarakat yang sering beraktivitas di area publik juga berpotensi lebih besar terpapar karena tingginya interaksi dengan orang lain.

Sementara itu, Kepala Bagian Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Kediri, Erwanto, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan kasus ISPA melalui sistem surveillance yang dilakukan puskesmas dan rumah sakit.

“Dari laporan tersebut, kami bisa melihat rekap kasus mulai minggu ke-31 sampai minggu ke-38 dan memang ada peningkatan,” ujarnya.

Berdasarkan pemantauan Dinkes Kota Kediri, kasus ISPA pada minggu ke-31 tercatat sebanyak 643 kasus. Angka tersebut meningkat menjadi 1.514 kasus pada minggu ke-38.

Meski mengalami peningkatan, Erwanto menyebut jumlah tersebut masih dalam kondisi relatif normal jika dibandingkan dengan kejadian pada periode yang sama tahun 2025.

Terkait peningkatan kasus influenza tipe A, Dinkes Kota Kediri juga telah menerima surat edaran dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur mengenai kewaspadaan terhadap peningkatan kasus. Surat tersebut ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama rumah sakit dan puskesmas melalui Sistem Kewaspadaan Dini (SKD).

Dinkes Kota Kediri juga menerbitkan surat edaran kepada Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kota Kediri mengenai kewaspadaan terhadap ISPA. Surat tersebut diharapkan dapat diteruskan kepada sekolah-sekolah di Kota Kediri.

Erwanto mengatakan sekolah menjadi salah satu lokasi yang perlu mendapat perhatian karena menjadi tempat berkumpulnya banyak orang sehingga berpotensi menjadi lokasi penyebaran penyakit. Sekolah diimbau menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta memantau kemungkinan peningkatan kasus influenza tipe A.

“Kami meminta bantuan guru dan orang tua untuk ikut memantau. Apabila terdapat kasus di sekolah, diharapkan bisa segera diinformasikan kepada puskesmas atau Dinas Kesehatan sehingga dapat ditindaklanjuti,” jelasnya.

Melalui Webinar Lentera Mapan Seri 14, Pemkot Kediri berharap masyarakat semakin memahami ISPA dan influenza, mulai dari gejala, kelompok rentan, hingga langkah penanganannya.

Erwanto mengimbau masyarakat tidak panik menghadapi perkembangan kasus influenza tipe A dan ISPA, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

“Harapan kami, dengan ilmu yang disampaikan narasumber, kita menjadi lebih tahu tentang penyakit ISPA mulai dari gejala hingga penanganannya. Setelah mengetahui perkembangan kasus ISPA di Kota Kediri, kami mengimbau masyarakat agar jangan takut, tetapi tetap waspada,” pungkasnya. (mmp)

x