News

Pemkot Kediri Pantau Pemeliharaan Sumur PDAM di Wilis Indah

Jurnalis : Marsella Maulana Piscesa

139Views

KEDIRI – Pemerintah Kota Kediri bersama PDAM Tirta Dhaha memastikan pelayanan air bersih tetap berjalan selama proses pemeliharaan sumur produksi di Perumahan Wilis Indah, Kelurahan Campurejo, Kamis (17/9/2026).

Asisten Administrasi Umum Pemkot Kediri, Moh. Ridwan, meninjau langsung proses pemeliharaan yang dilakukan PDAM Tirta Dhaha. Ia mengatakan, pekerjaan berjalan lancar dan ditargetkan selesai akhir September 2026.

“Alhamdulillah semua berjalan lancar dan tidak ada kendala. Harapannya di akhir bulan sumur ini bisa kembali beroperasi untuk melayani wilayah barat sungai Kota Kediri, di samping sumur-sumur lainnya yang berada di wilayah barat sungai,” ujar Ridwan.

Ridwan menjelaskan, pemeliharaan tersebut bukan disebabkan kerusakan sumur, melainkan bagian dari perawatan perpipaan yang dilakukan dengan menyesuaikan kondisi tanah di masing-masing lokasi sumur produksi.

“Perbaikan ini bukan diakibatkan oleh kerusakan, tetapi merupakan pemeliharaan perpipaan dan menyesuaikan dengan kondisi tanah. Pemeliharaan dilakukan sesuai kondisi tanah di masing-masing wilayah sumur bor,” terangnya.

Selama pemeliharaan, PDAM melakukan rekayasa jaringan dengan mengoptimalkan sumber air dari sumur produksi lainnya untuk menjaga distribusi kepada pelanggan. Saat ini, Kota Kediri memiliki 19 sumur PDAM, dengan 10 di antaranya berada di Kecamatan Mojoroto.

Selain merawat sumber air yang sudah ada, Pemkot Kediri bersama PDAM Tirta Dhaha juga menyiapkan pengembangan sumber air baru. Salah satunya melalui rencana pembangunan dua sumur baru di wilayah Kecamatan Mojoroto.

“PDAM juga berupaya memberikan pelayanan maksimal dengan rencana pembuatan sumur baru di wilayah Mojoroto. Harapannya tahun ini ada dua sumur baru yang bisa dibuat dan dapat mencukupi kebutuhan air minum di wilayah Mojoroto dan sekitarnya,” kata Ridwan.

Terkait kekhawatiran masyarakat mengenai penggunaan air bawah tanah, Ridwan menjelaskan bahwa sumber air yang digunakan PDAM berada pada lapisan yang berbeda dengan sumber air dari sumur warga.

“Air yang dimiliki warga adalah air tanah, sedangkan pipa PDAM merupakan air bawah tanah yang berada jauh di bawah sumur warga. Jadi penggunaan air bawah tanah tidak berpengaruh terhadap air tanah warga,” jelasnya.

Kepala Bagian Teknik PDAM Tirta Dhaha Kota Kediri, Joko Widodo, mengatakan sumur yang saat ini dipelihara merupakan sumur produksi wilayah utara Perumahan Wilis Indah. Sumur tersebut melayani Zona II yang mencakup wilayah Mojoroto, Campurejo hingga Karangsono.

Menurut Joko, PDAM sebelumnya telah menghitung kebutuhan dan ketersediaan debit air berdasarkan jumlah pelanggan serta kapasitas sumber air yang tersedia. Perhitungan tersebut menjadi dasar dalam memperkirakan kebutuhan suplai air di setiap wilayah.

Ia menjelaskan, sebelumnya terjadi kendala ketika kabel PLN yang terputus mengenai pompa PDAM yang berada di kedalaman sekitar 40 meter. Kondisi tersebut menyebabkan sumur runtuh dan pipa motor terkunci di dalam sumur sehingga mesin berhenti beroperasi.

“Ketika mesin berhenti beroperasi, suplai air kami terputus sehingga mengganggu distribusi air warga, terutama di wilayah Campurejo, sekitar Jalan DR. Saharjo, sebagian Jalan Semeru dan Karangsono. Namun kami berusaha merekayasa jaringan agar layanan tetap terjaga dengan mengoptimalkan sumur kami di Ngampel dan Tamanan,” jelas Joko.

Dalam pemeliharaan kali ini, PDAM membuat jalur baru di samping pompa lama. Pekerjaan ditargetkan selesai akhir September sehingga sumur dapat kembali dioperasikan pada awal Oktober.

Setelah pengeboran selesai, PDAM akan melakukan pumping test untuk mengetahui kapasitas produksi sumur dalam satuan liter per detik. Hasil pengujian tersebut menjadi dasar untuk menentukan kapasitas pompa yang akan dipasang.

“Setelah pengeboran selesai, kami melakukan pumping test untuk mengetahui berapa kapasitas sumur per detik. Setelah itu kami menentukan kapasitas pompa yang dipasang. Kemudian akan ada uji laboratorium di Labkesda. Setelah hasilnya keluar, baru air bisa kami distribusikan kepada pelanggan,” paparnya.

Joko juga mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir mengenai dampak pengambilan air PDAM terhadap sumber air permukaan maupun sumur warga. Menurutnya, sumur produksi PDAM mengambil air dari kedalaman yang berbeda.

“Insyaallah tidak berdampak karena kami mengambilnya di kedalaman setelah 50 meter. Untuk mendapatkan izin SIPA juga melalui proses yang panjang. Kementerian ESDM menentukan aturan dan kajian mengenai sumber air yang boleh diambil oleh PDAM,” jelasnya.

Ia menambahkan, pada kedalaman sekitar 0–40 meter terdapat lapisan clay yang menjadi pembatas. Dengan demikian, sumber air yang digunakan PDAM berada pada jalur akuifer yang berbeda dengan sumber air permukaan masyarakat.

Pemkot Kediri juga mengajak masyarakat menyampaikan informasi apabila mengalami kendala terkait pelayanan air bersih. Laporan, saran, maupun keluhan dapat disampaikan melalui layanan Lapor Mbak Wali 112. (mmp)

x