News

Pemkot Kediri Susun Program Sekolah Aman dan Nyaman

Jurnalis : Marsella Maulana Piscesa

60Views

KEDIRI — Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri melalui Dinas Pendidikan menggelar sosialisasi dan penyusunan program kerja “Budaya Sekolah Aman dan Nyaman” di Ruang Kartini Dinas Pendidikan, Selasa (22/9). Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan kekerasan serta perundungan di satuan pendidikan guna menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi tumbuh kembang peserta didik.

Kegiatan tersebut melibatkan kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seperti Bappeda, Dinas Sosial, Dinas Kominfo, Dispendukcapil, hingga DP3AP2KB.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Mandung Sulaksono, menjelaskan bahwa pencegahan perundungan serta penguatan budaya tertib berlalu lintas di kalangan siswa menjadi fokus utama program ini.

“Setelah program kerja selesai disusun, program tersebut akan disosialisasikan ke kepala sekolah melalui Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SD dan SMP. Selanjutnya, kepala sekolah akan menyosialisasikan program ke seluruh warga sekolah untuk diterapkan secara bertahap,” ujar Mandung.

Guna memastikan efektivitas pelaksanaannya, Dinas Pendidikan akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala setiap tiga bulan sekali. Apabila ditemukan kasus perundungan atau bentuk kekerasan lainnya, pihak dinas bersama OPD terkait siap memberikan pendampingan sesuai tingkat permasalahan yang terjadi.

Dalam kegiatan ini, para peserta dibekali pemahaman terkait tantangan pembentukan karakter siswa saat ini, seperti bahaya narkoba, kecanduan gawai, judi online, gangguan mental, hingga pornografi. Materi lain yang disampaikan mencakup pilar-pilar Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, mekanisme perlindungan peserta didik, serta pentingnya sinergi lintas sektor.

Mandung berharap program ini tidak sekadar menjadi formalitas, melainkan dapat terbangun sebagai budaya positif yang konsisten diterapkan di seluruh sekolah.

“Kami berharap siswa merasa aman dan nyaman sehingga sekolah dapat menjadi tempat yang mendukung peserta didik untuk mengembangkan potensinya secara optimal, sekaligus menjadi rumah kedua bagi mereka,” pungkasnya. (mmp)

x