News

Pemkot Surabaya Kirim Damkar Bantu Padamkan Karhutla di Kawasan Bromo

Jurnalis: Fredecius Hardiyanto

74Views

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengerahkan personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN-BTS).

Sebanyak lima personel DPKP Surabaya diterjunkan ke lokasi dengan membawa dua armada, yakni satu fire truck berkapasitas 3.000 liter dan satu unit mobil ranger. Tim tersebut bergabung dengan unsur gabungan untuk memadamkan api di sejumlah titik yang sulit dijangkau.

Kepala DPKP Surabaya, Laksita Rini Sevriani, mengatakan pengerahan personel dilakukan setelah pihaknya menerima permintaan bantuan dari BPBD Jawa Timur dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya pada Sabtu (8/8/2026) malam.

“Kami diminta membantu penanganan karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Setelah berkoordinasi, tim rescue dan pasukan rayon langsung berangkat pada Minggu (9/8/2026) pagi,” kata Laksita, Rabu (12/8/2026).

Menurutnya, kebakaran di kawasan TN-BTS telah terjadi sejak 3 Agustus 2026. Saat tim diberangkatkan, api dilaporkan meluas hingga kawasan utara B29 dan merambat ke sejumlah wilayah di sekitar kaldera.

Laksita menjelaskan, tim DPKP Surabaya terdiri atas tiga personel rescue dan dua personel pasukan rayon. Selain membawa fire truck, mereka juga menggunakan mobil ranger untuk mengangkut personel dan peralatan pemadaman.

“Fire truck yang kami bawa kapasitasnya 3.000 liter. Karena personelnya lima orang dan masih ada beberapa peralatan yang harus dibawa, kami juga menggunakan mobil ranger,” ujarnya.

Selama berada di lokasi, tim Surabaya membantu pemadaman di sejumlah titik, mulai kawasan Pasar Berisik hingga menuju Ranu Pane. Medan yang berat menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman.

“Medannya memang cukup berat. Ada beberapa lokasi yang tidak bisa dijangkau langsung oleh tim pemadam sehingga dilakukan pemadaman melalui water bombing menggunakan helikopter,” jelasnya.

Ia mengatakan operasi udara dilakukan berulang kali untuk menjangkau titik api yang sulit diakses melalui jalur darat. Sementara itu, tim gabungan di darat memadamkan api di lokasi yang masih dapat dijangkau kendaraan maupun personel.

Dalam operasi tersebut, personel DPKP Surabaya juga menggunakan Advanced Firefighting Technology (AFT) Backpack, yakni alat pemadam api portabel berbentuk ransel dengan sistem bertekanan tinggi yang dinilai efektif untuk memadamkan api di medan sulit.

“Kami membawa dua unit alat pemadam yang bisa dipanggul. Kapasitasnya sekitar 10 liter dan bertekanan tinggi, sehingga sangat membantu ketika ada titik api yang padat dan harus segera dipadamkan,” katanya.

Penanganan karhutla di TN-BTS melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD Jawa Timur, pemadam kebakaran dari sejumlah daerah, Manggala Agni, BPBD setempat, serta para relawan.

Laksita menegaskan, keterlibatan DPKP Surabaya merupakan bentuk respons cepat pemerintah daerah dalam mendukung penanganan bencana yang berdampak luas.

“Ini sudah menjadi perhatian bersama, bukan hanya daerah tertentu. Mungkin dari provinsi melihat kecekatan teman-teman Damkar Surabaya sehingga kami diminta untuk membantu bersama tim dari daerah lain,” tuturnya.

Selama operasi berlangsung, tim juga menghadapi kendala kendaraan yang sempat terperosok di lautan pasir. Kondisi pasir yang semakin gembur pada siang hari membuat mobilisasi menjadi lebih sulit.

“Alhamdulillah, semua personel selamat dan sehat. Memang saat pertama datang mobil sempat terperosok karena medan lautan pasir. Kalau pagi mungkin masih bisa dilalui, tetapi siang hari pasirnya lebih sulit untuk dilewati,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu personel rescue DPKP Surabaya, Ilham, mengatakan tim gabungan melakukan pemadaman di sejumlah titik, di antaranya Blok Tepelan, Watu Tulis, hingga Resort Ranu Pane.

Setelah operasi pemadaman selesai, lima personel DPKP Surabaya kembali ke Surabaya pada Selasa (11/8/2026). Seluruh personel dilaporkan dalam kondisi sehat dan telah kembali menjalankan tugas.

“Alhamdulillah api sudah bisa dipadamkan bersama operasi gabungan dengan Manggala Agni, BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD setempat, dan relawan,” pungkas Ilham. (ho)

x