News

Pulihkan Kesehatan Mental dengan Trauma Healing

Jurnalis: Ellya Destiara Permata

362Views

Kediri – Menindak lanjuti kasus yang terjadi di kelurahan  Manisrenggo kota, Pemerintah kota Kediri melalui DP3AP2KB Kota Kediri berupaya untuk pemulihan kesehatan mental bagi warga yang terdampak dengan menggelar trauma healing di MTs Al Falah Manisrenggo dengan menggandeng psikolog professional. Kegiatan tersebut diikuti oleh siswa kelas VIII yang mana merupakan teman satu kelas korban (BL).  (9/9/2024)

Arief Cholisudin, Kepala DP3AP2KB Kota Kediri mengatakan bahwa kegiatan tersebut sangat dibutuhkan oleh teman-teman BL yang memiliki kenangan bersama BL, “Kegiatan ini sangat penting karena siswa pasti punya memori terhadap BL, untuk itu Pemkot Kediri hadir di tengah-tengah orang terdekat korban, untuk memberikan pendampingan agar para teman bisa mengatur memori terhadap korban, kalau melupakan tidak bisa,” terangnya.

Cholis menuturkan bahwa trauma healing tidak hanya diberikan kepada siswa MTs Al Falah, melainkan juga kepada siswa MI Miftahul Falah yang merupakan teman sekolah korban (BN), keluarga korban, warga di sekitar TKP, siswa PAUD dan RA (lokasi berdekatan dengan TKP), serta orang tua PAUD dan RA. Usai diselenggarakannya trauma healing, Pemkot Kediri akan menindaklanjuti melalui pemantauan kondisi lingkungan. “Dari sisi teman-teman wilayah, seperti: camat, lurah, dan Satgas PPA terus memantau kondisi lingkungan. Kalau ada hal-hal yang kurang pas bisa disampaikan ke kita nanti kita tindaklanjuti,” tuturnya.

Baca juga:https://www.thejavapost.id/seorang-ibu-di-kediri-diduga-menganiyaya-2-anaknya-hingga-meninggal/

Sementara itu, Tatik Imadus Sa’adati memberikan apresiasinya kepada Pemkot Kediri atas upaya represif yang telah dilakukan. “Sebagai praktisi ini tindakan yang cepat dan tanggap karena dalam situasi kasus kematian perlu dilakukan pendampingan secara menyeluruh mulai dari keluarga terdekat, sekolah, dan masyarakat, ucapnya. Ia menjelaskan metode yang digunakan dalam trauma healing yakni melalui pengisian kuesioner untuk melihat kondisi kesehatan mental saat ini, diskusi dengan siswa, pengenalan stres beserta penanganannya, serta membangun suasana yang ceria melalui senam otak dan senam fisik. “Setelah ini kalau masih ada yang sangat terdampak dengan skala trauma yang sangat tinggi, maka akan kami lakukan pendampingan lebih lanjut,” tandasnya.

Untuk diketahui, trauma healing tidak hanya diberikan kepada siswa MTs Al Falah, melainkan juga kepada siswa MI Miftahul Falah yang merupakan teman sekolah korban (BN), keluarga korban, warga di sekitar TKP, siswa PAUD dan RA (lokasi berdekatan dengan TKP), serta orang tua PAUD dan RA. Usai diselenggarakannya trauma healing, Pemkot Kediri akan menindaklanjuti melalui pemantauan kondisi lingkungan. (edp)

x