News

Raker GMNI Hukum Untag Surabaya Menjadi Momen Strategis

Jurnalis: Ellya Destiara Permata

181Views

Surabaya – Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Komisariat Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya sukses menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) periode 2026–2027 di Wisma Marinda Surabaya. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam merumuskan arah gerak organisasi yang lebih progresif sekaligus memperkuat basis pengembangan kader secara berkelanjutan. (11/4/2026)

Rapat Kerja dihadiri oleh jajaran pengurus DPK serta kader-kader GMNI Hukum Untag Surabaya. Sebagai forum perencanaan tingkat komisariat, Raker memiliki posisi penting dalam menentukan orientasi organisasi, mulai dari evaluasi kinerja sebelumnya hingga penyusunan program kerja yang responsif terhadap tantangan zaman.

Agenda Raker diawali dengan evaluasi kepengurusan sebelumnya sebagai bentuk refleksi kolektif organisasi. Proses ini tidak hanya menilai capaian program, tetapi juga mengidentifikasi hambatan struktural dan kultural yang perlu diperbaiki. Selanjutnya, forum membahas garis besar haluan organisasi (GBHO) sebagai pedoman dalam menentukan arah kebijakan komisariat ke depan.

Ketua Komisariat, Muhammad Ja’far Raihan Alfath, dalam sambutannya menegaskan bahwa Rapat Kerja bukan sekadar agenda formal, melainkan ruang ideologis untuk menguji gagasan dan memperdalam pemahaman kader terhadap nilai-nilai Marhaenisme.

“Rapat Kerja ini bukan hanya sebatas forum biasa, melainkan forum adu gagasan dan melatih pendalaman ideologi tiap-tiap kader,” ujarnya.

Setelah tahap evaluasi, forum dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang dipimpin langsung oleh para wakil bidang. Malik Fahad (Organisasi), Putra Chinto (Kaderisasi), Irbah Prabu (Sosial Politik dan Hukum), Ryandra Wahyu (Media Propaganda), Rodhotus Salfi (Kesarinahan), serta Gregorius Raka (Ekonomi Kreatif) memfasilitasi jalannya diskusi di masing-masing bidang.

FGD ini menjadi ruang strategis untuk menggali gagasan, merumuskan program kerja, serta menyelaraskan visi antarbidang. Pendekatan partisipatif ini mencerminkan upaya komisariat dalam membangun kultur organisasi yang demokratis, kritis, dan produktif.

Salah satu fokus utama dalam Rapat Kerja ini adalah pengembangan diaspora kader yakni mendorong kader GMNI Hukum Untag Surabaya untuk aktif dan berkontribusi di berbagai ruang, baik di tingkat kampus, masyarakat, maupun jejaring eksternal organisasi.

Diaspora kader dipandang sebagai strategi penting untuk memperluas pengaruh ideologi Marhaenisme, sekaligus membentuk kader yang adaptif, berdaya saing, dan memiliki kapasitas kepemimpinan di berbagai sektor. Dengan demikian, kader tidak hanya berkembang secara internal, tetapi juga mampu membawa nilai-nilai perjuangan GMNI ke ruang yang lebih luas.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan program kerja dari masing-masing bidang dan biro, yang dibuka oleh Sekretaris Komisariat, Daniel Yulius Caesar. Setiap bidang menyampaikan rencana strategis yang berorientasi pada penguatan ideologi, peningkatan kualitas kader, serta inovasi program yang relevan dengan dinamika sosial.

Melalui Rapat Kerja ini, GMNI Komisariat Fakultas Hukum Untag Surabaya menegaskan komitmennya untuk membangun organisasi yang lebih progresif, terarah, dan berdampak. Penguatan ideologi, konsolidasi internal, serta dorongan terhadap diaspora kader menjadi pilar utama dalam mengembangkan organisasi yang tidak hanya aktif secara struktural, tetapi juga hadir nyata dalam ruang-ruang perjuangan masyarakat.

Rapat Kerja ini sekaligus menjadi titik awal bagi kepengurusan periode 2026–2027 untuk menjalankan roda organisasi dengan semangat baru progresif dalam gagasan, solid dalam gerakan, dan luas dalam jangkauan kader.

x